Akselerasi AirNav Indonesia, Wujudkan Pelayanan Navigasi yang Selamat, Aman, Efisien dan Transparan

Navigasi penerbangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem keselamatan operasional penerbangan.

Akselerasi AirNav Indonesia, Wujudkan Pelayanan Navigasi yang Selamat, Aman, Efisien dan Transparan
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
PETUGAS AirNav Bandar Udara Internasional Kualanamu memantau dan mengatur pergerakan pesawat di ruang ATC System AirNav Indonesia Cabang Medan, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (29/8/2018). Dalam sehari petugas AirNav Cabang Medan mengatur dan memantau sekitar 220 pergerakan pesawat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Navigasi penerbangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem keselamatan operasional penerbangan. Tanpa navigasi yang baik, maka penerbangan sebuah pesawat berbahaya, apalagi jika pesawat terbang dalam waktu yang bersamaan. Padahal, penerbangan harus diselenggarakan tidak hanya dalam waktu yang cepat, tetapi juga selamat dan aman.

Penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan dalam hal ini AirNav Indonesia tentu saja punya peran utama dalam mewujudkan keselamatan, keamanan, keteraturan dan kenyamanan di wilayah udara di Indonesia. Apa saja yang telah dilakukan AirNav Indonesia?

***

M Anshyar Inawar bergegas memperhatikan layar komputer di hadapannya yang sedang memuat sistem aplikasi Chronos, Rabu (29/8/2018) siang. Ia bergegas, karena pada aplikasi tersebut, sebuah pemberitahuan datang dari maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 306 rute Medan-Aceh. Lion Air meminta jadwal terbangnya dimajukan dari semula pukul 15.55 WIB menjadi pukul 15.25 WIB.

Tak perlu menunggu lama bagi staff Unit Air Traffic Flow Management (ATFM) di bagian personil Aplikasi Chronos AirNav Indonesia cabang Medan tersebut untuk memberi jawaban apakah permintaan percepatan jadwal terbang LionAir JT306 disetujui atau tidak. Anshyar segera mengarahkan kursor ke bagian continue detail progress untuk melihat apakah ada slot yang dapat dimasuki JT306 di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh.

Ternyata tidak ada slot kosong pukul 15.25 WIB atau tertulis No Slot Available. Anshyar mencari kembali di pukul 15.30 WIB atau lima menit berikutnya. Hasilnya sama, No Slot Available. Pencarian berikutnya dilakukan di pukul 15.35 WIB, hasilnya ada 3 slot yang tersedia atau 3 Slots Available.

Ada tiga slot kosong pada pukul 15.35 WIB di Bandara SIM Aceh, bukan berarti Lion Air JT 306 bisa terbang di pukul 15.35 WIB. Anshyar masih harus mensinkronkan slot tersebut dengan ketersediaan slot di Bandara Kualanamu. Hasilnya ternyata kosong, tidak ada slot di Bandara Kualanamu yang sinkron dengan Bandara SIM. Anshyar mencari kembali ketersediaan slot untuk periode lima menit berikutnya, tetapi tidak ada juga slot kosong dan sinkron antara Bandara Kualanamu dan Bandara SIM sesuai dengan permintaan percepatan jadwal Lion Air JT 306.

“Prosesnya cepat. Tak sampai lima menit, kita sudah tahu hasilnya. Tak ada slot yang kosong dan sinkron antara Bandara Kualanamu dan Bandara SIM pada pukul 15.25 WIB sesuai permintaan Lion Air JT 306. Artinya mereka kembali terbang di jam semula yakni pukul 15.55 WIB,” kata Anshyar kepada Tribun-Medan.com, Rabu (29/8/2018).

Masih di ruangan yang sama, rekan Anshyar, Kurnia juga hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk memproses e-flight plan (rencana penerbangan) milik maskapai Citilink yang akan terbang dari Bandara Kualanamu Deliserdang menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pukul 19.30 WIB.

Kurnia memperhatikan dengan detail data flight plan yang sudah diupload maskapai Citilink secara online ke dalam sistem web flight plan, mulai dari bandara keberangkatan, bandara tujuan, registrasi pesawat, nama pilot in command, perlengkapan pesawat, dan lain-lain. Setelah melakukan pemeriksaan, dan memastikan keabsahan penerbangan, Kurnia pun meneruskan e-flight plan tersebut ke ATC (air traffic controller/pemandu lalu lintas udara) unit di keberangkatan seperti: Tower, APP (approach control), ACC (area control center), dan ke ATS (air traffic service/pelayanan lalu lintas udara) unit terkait di bandara tujuan serta di bandara alternatif.

Halaman
1234
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved