Menikmati Kopi Takar asal Panyabungan Mandailing Natal: Rasanya Bikin Kangen

Jika kopi biasanya disajikan dengan gula putih, Kopi Takar berbeda. Kopi ini menggunakan gula aren sebagai pemanisnya.

Menikmati Kopi Takar asal Panyabungan Mandailing Natal: Rasanya Bikin Kangen
Tribun Medan/Nanda F Batubara
Seorang pengunjung sedang menikmati Kopi Takar di RM Pondok Paranginan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MANDAILINGNATAL - Jika Anda berkunjung ke Panyabungan, Mandailing Natal, maka sempatkan singgah ke RM Pondok Paranginan.

Bila tidak, Anda akan melewatkan kuliner unik khas daerah ini. Namanya Kopi Takar.

Sesuai namanya, takar dalam bahasa daerah Mandailing Natal artinya batok kelapa.

Kopi Takar disajikan dengan cangkir yang terbuat dari batok kelapa. Uniknya lagi, ada potongan kayu manis yang diletakkan dalam kopi.

Selain menambah kesan unik pada tampilan, kayu manis juga memperkaya cita rasa pada kopi ini. Aroma kayu manis ini sangat kental terasa di hidung dan lidah sehingga menambah kenikmatan.

Meramu kopi takar
Meramu kopi takar (Tribun Medan/Nanda F Batubara)

Kayu manis tersebut juga sering digunakan sebagai sendok sekaligus sedotan.

Tak sampai situ, Kopi Takar juga memiliki keunikan lainnya.

Jika kopi biasanya disajikan dengan gula putih, Kopi Takar berbeda. Kopi ini menggunakan gula aren sebagai pemanisnya.

Sedangkan cara pembuatannya relatif sama dengan kopi pada umumnya, yakni diseduh dengan air panas atau mendidih.

Halaman
12
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help