Tanpa Honor, Dinas Pendidikan Deliserdang Lepas 196 Orang Guru Relawan

Selain itu juga hadir puluhan Kepala SD dan SMP serta pihak perwakilan kampus.

Tanpa Honor, Dinas Pendidikan Deliserdang Lepas 196 Orang Guru Relawan
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Plt Kadis Pendidikan Deliserdang, Miska Gewa Sari berdiskusi dengan guru relawan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara melepas 196 orang tenaga guru relawan untuk di tempatkan di SD dan SMP Negeri yang ada di Kabupaten Deliserdang, Rabu (5/9/2018).

Mereka merupakan mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)

Acara pelepasan guru relawan ini pun dilakukan di halaman kantor dinas dengan dihadiri oleh Plt Kadis Pendidikan Deliserdang, Miska Gewa Sari.

Selain itu juga hadir puluhan Kepala SD dan SMP serta pihak perwakilan kampus.

Saat itu juga juga pihak dinas pun membacakan dimana mahasiswa di tempatkan.

Ada beberapa Kecamatan mahasiswa ini di tempatkan mulai dari SD dan SMP yang ada di kawasan Kecamatan Percut Seituan, Batang Kuis, Namorambe dan Labuhan Deli.

Plt Kadis Pendidikan Deliserdang, Miska Gewa Sari mengaku kalau para mahasiswa menjadi relawan selama satu tahun ajaran. Disebut kalau program guru relawan ini merupakan solusi bagi dinasnya untuk mengatasi jumlah kekurangan guru.

"Walaupun belum menjawab kebutuhan kekurangan guru yang kita perlukan namun kita yakin dengan adanya mereka minimal bisa menjadi solusi dan bisa menjadi lebih baik lagi. Karena ini baru pertama kali ya tentu nanti kita akan terus akan lakukan evaluasi ini. Ya ada yang mereka nanti jadi guru matematika, agama, IPA, IPS dan macam-macam lah,"ujar Miska.

Karena mahasiswa merupakan guru relawan lanjut Miska, tentu tidak ada honor yang diberikan. oleh Pemkab. Meski demikian ia menyebut tidak juga menutup kemungkinan kalau mahasiswa akan mendapatkan uang tambahan dari pihak sekolah.

"Ya bisa saja mereka dapat tambahan misalnya di sekolah itu tidak ada operator. Ya mungkin mereka pintar IT ya bisa saja dapat. Lihat situasi bagaimana di sekolah itu. Saya senang karena adik-adik mahasiswa kita lihat begitu antusias. Mulai Senin depan mereka mulai mengajar dan setiap hari pada siang hari mereka tetap pergi ke kampusnya,"kata Miska.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved