Warga Dusun III Huta Namora Berharap Bisa Menikmati Cahaya Lampu pada Malam Pergantian Tahun

Polusi asap lampu teplok yang pedih harus mereka hirup tiap malam. Kesehariannya pada malam hari terpaksa belajar dalam gelap-gelapan.

Warga Dusun III Huta Namora Berharap Bisa Menikmati Cahaya Lampu pada Malam Pergantian Tahun
Tribun Medan
Anak-anak di Dusun III Huta Namora, Kabupaten Samosir, masih belajar menggunakan lampu teplok pada malam hari. Dusun ini belum tersentuh listrik sejak Indonesia merdeka. 

Laporan wartawan Tribun Medan,  Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Penulusuran Tribun pada minggu pertama Agustus 2018 lalu, sebagian warga Samosir masih belum semua menikmati listrik.

Seperti di Dusun III Huta Namora, Kabupaten Samosir, untuk melewati malam mereka masih harus gelap-gelapan.

Baca: Anak-anak di Samosir Belajar Gunakan Lampu Teplok, Bupati: Ada 816 Keluarga Belum Dialiri Listrik

Pelajar di Dusun III Huta Namora, Kabupaten Samosir, Kamis (9/8/2018) malam. Pada malam hari, anak-anak di dusun ini terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Dusun ini belum merasakan nikmatnya penerangan cahaya dari listrik.
Pelajar di Dusun III Huta Namora, Kabupaten Samosir, Kamis (9/8/2018) malam. Pada malam hari, anak-anak di dusun ini terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Dusun ini belum merasakan nikmatnya penerangan cahaya dari listrik. (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Warga setempat Boru Sihotang berharap pada malam pergantian tahun ini mereka sudah lepas dari jerat kegelapan. Karena,  selama ini mereka kesulitan melakukan aktivitas pada malam hari.

Terlebih anak-anak sekolah yang tengah belajar mau tak mau hanya bisa di bawah penerangan lampu teplok dengan cahaya yang minim.

"Kami berharap, malam tahun baru nanti sudah tidak gelap-gelapan. Karenanya kami menunggu agar pemasangan atau instalasi listrik ke desa kami jangan tertunda lagi "ujarnya saat ditemui Tribun di Dusun III, Huta Namora, Kabupaten Samosir,  Rabu (5/9/2018).

Seperti pantauan Tribun 9 Agustus 2018 malam lalu, pada malam harinya, anak-anak warga  di sana terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Selain tidak memancarkan cahaya, lampu tersebut juga bahkan mengganggu kenyamanan.

Polusi asap lampu teplok yang pedih harus mereka hirup tiap malam. Kesehariannya pada malam hari terpaksa belajar dalam gelap-gelapan.

Bahkan, Warga lain Jaihud Simbolon bahkan merasa belum merdeka meski HUT RI ke-73 tinggal 7 hari. Warga telah lama berharap agar kampung mereka tidak lagi gelap gulita.

"Perasaan kami belum merdeka, soalnya lampu belum ada di sini. Kadi,  permintaan kami kepada pemerintah, supaya diperhatikanlah kampung kami ini,"harap Jaihud saat itu.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved