Pasokan Bawang Merah Melimpah dari Jawa, Petani Silalahi Mengeluh Harga Panen Lokal Anjlok

harga bawang merah yang mereka panen hanya laku dijual ke tauke atau agen dengan kisaran harga Rp 10.000-15.000 per kilogram.

Pasokan Bawang Merah Melimpah dari Jawa, Petani Silalahi Mengeluh Harga Panen Lokal Anjlok
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Anita br Tamba, petani bawang merah di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Dairi, sedang membersihkan bawang merah di teras rumah miliknya, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Petani bawang merah di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Dairi mengeluhkan anjloknya harga bawang merah yang mereka panen dalam tiga bulan terakhir.

Kini, harga bawang merah yang mereka panen hanya laku dijual ke tauke atau agen dengan kisaran harga Rp 10.000-15.000 per kilogram.

Padahal, biasanya mereka menjual bawang merah hasil panen ladang mereka dengan harga Rp 18.000-25.000 kepada tauke atau pun agen.

Salah seorang petani bawang merah, Anita br Tamba (44) menyebutkan anjloknya harga bawang merah lokal, disebabkan melimpahnya bawang merah asal Pulau Jawa yang memenuhi pasar di Medan.

"Sejak bulan Juli kemarin harga bawang merah kita turun. Bisa sampai Rp 15.000, bahkan Rp 10.000. Karena katanya melimpah bawang merah dari Jawa," kata Anita yang ditemui, Selasa (11/9/2018).

Menurut Anita, dengan harga saat ini membuat petani bawang merah di Desa Silalahi II merugi. Situasi ini selalu terjadi pada Juli-Oktober dalam beberapa tahun terakhir.

Apalagi harga bibit bawang merah kini juga mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000 dari yang sebelumnya berkisar di harga Rp 35.000-38.000.

"Biasa harga bawang merah dikisaran Rp 25.000. Jadi dengan harga yang sekarang petani hanya mendapat keuntungan sedikit dan malah merugi. Karena harga panen turun, tapi harga bibitnya naik," sebutnya.

Ia pun berharap harga bawang merah bisa kembali normal.

Disamping itu, ia juga menginginkan agar pemerintah bisa menjamin ketersediaan pupuk dan obat-obatan pertanian mudah didapat serta harga bibit yang murah

"Kalau kami yang petani ini ditanya, ya maunya pupuk, obat-obatan mudah didapat. Bibit juga dijual dengan harga murah. Cuma itu lah harapan kami," harapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved