Viral Medsos

Ruhut Sitompul Balas Pernyataan Amien Rais, Hingga AHY Disebutnya Korban Politik Rp 1 Triliun

Ruhut Sitompul menyindir Amien Rais yang seolah tak punya malu ketika menyebut Presiden Jokowi sudah tak laku di Solo.

Ruhut Sitompul Balas Pernyataan Amien Rais, Hingga AHY Disebutnya Korban Politik Rp 1 Triliun
Kolase
Ruhut Sitompul, Amien Rais, dan AHY 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan sindirian dari Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul menyindir Amien Rais yang seolah tak punya malu ketika menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tak laku di Solo.

Sindiran itu disampaikan Ruhut Sitompul melalui akun Twitter miliknya, @RuhutSitompul, pada Selasa (11/9/2018).

Mantan politikus Demokrat itu justru menyebut Amien Rais dan anaknya yang malah tidak pernah menang di kampungnya sendiri.

Tak hanya itu, ia pun memberikan fakta, bahwa Jokowi sudah berhasil menang dua periode menjadi walikota Solo.

Kemudian, Ruhut juga menuliskan pepatah yang bermakna melakukan sesuatu perbuatan yang memalukan nama baik sendiri.

Baca: Tonton Reaksi Spontan Presiden Korea Selatan kala Ajudan Jokowi akan Bayar Semua Belanjaan

Pepatah itu adalah memercik air didulang terpercik muka sendiri.

Tak lupa, Ruhut pun kembali mencantumkan tagar sebagai dukungan untuk jokowi.

"Amien Rais & Anaknya dikampungnya tidak pernah menang.

Eh nggak ada malunya ngerasanin Pak Joko Widodo dikampungnya bakal kalah, “Pak JOKOWI Faktanya 2 Priode Menang Walikota Solo”.

Ini sich memercik air didulang terpercik muka sendiri. #2019 Biar Pak JOKOWI Lagi MERDEKA," cuit Ruhut.

Komentar Ruhut terhadap peryataan Amien Rais itu bukan lah yang pertama kalinya.

Cuitan Ruhut Sitompul
Cuitan Ruhut Sitompul (Twitter/ruhutsitompul)

Sebelumnnya, Ruhut juga memberikan sindiran terhadap Amien Rais.

"Kumat lagi nie ye, “Amien Rais ada dajjal Politik dibelakang Jokowi”.

Beberapa Tokoh Politik Akhir2 ini Menjelang Pilpres & Pilleg pernyataan Politiknya menunjukkan Nafsu Besar Tenaga Kurang.

#2019 Sudah biar Pak JOKOWI Lagi MERDEKA," cuit Ruhut, Senin (10/9/2018) kemarin.

Bukan hanya Ruhut, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Charta Politika, Yunarto Wijaya pun turut mengomentari pernyataan Amien Rais terkait dukungan pada Jokowi di wilayah Solo.

Yunarto Wijaya menyindir Amien Rais yang mengatakan kalau Jokowi sudah tidak laku di Solo.

Pernyataan itu disampaikan oleh Amin Rais pada pemberitaan di media online dengan judul 'Kata Amien Rais, Di Jantung Sendiri Jokowi Sudah Tidak Laku'.

Sindiran tersebut pun disampaikannya melalui akun Twitter miliknya @yunartowijaya.

Cuitan Yunarto Wijaya
Cuitan Yunarto Wijaya (Twitter/Yunarto Wijaya)

Ia memaparkan bahwa Amien Rais dan anaknya juga belum pernah menang.

"Yg jelas berdasar data, Amien Rais & Anaknya yg blm pernah menang.. termasuk di kampungnya sendiri," tulisnya, Senin (10/9/2018).

Ruhut Juga Sebut AHY Korban Politik

Ruhut Sitompul juga turut menanggapi pernyataan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasmas) Partai Demokrat untuk Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY sempat menyebut kader Demokrat dibebaskan untuk memilih di pilpres 2019.

Hal itu, menurut AHY, Demokrat memegang prinsip yang sangat demokraits.

Mendengar pernyataan tersebut, Ruhut Sitompul mengatakan apa yang sudah diprediksikan sebelumnya tepat.

Dilansir dari akun Twitternya, @ruhutsitompul, Selasa (11/9/2018) pernyataan AHY menurutnya masuk dalam istilah politik setengah hati.

Ruhut Sitompul menjelaskan, AHY dinilai setengah hati ikut dalam koalisi Prabowo dan Sandiaga Uno yang didapuk menjadi capres-cawapres di pilpres 2019.

Terlebih lagi, lanjutnya, mahar politik yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 1 triliun.

Dengan begitu ia justru menyebut AHY adalah korban.

"Benar kan apa yg Aku katakan selama ini,

AHY ;
Kader Partai Demokrat Bebas Menentukan Sikap dlm Pilpres”

itulah yg Istilah Politiknya 1/2 Hati ikut dlm Koalisi Prabowo & Sandi mendukung menjadi Capres/Wapres, Mahar Politik sich 500 M + 500 M = 1 Triliyun AHY jadi Korban MERDEKA," tulis Ruhut Sitompul.

Sebelumnya, dalam acara Special Report yang ditayangkan di iNews, Senin (10/9/2018), Ruhut Sitompul juga sempat menyebut kader-kader Demokrat kurang kasih sayang dari Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kader-kader ini merasa kurang kasih sayang dari Pak SBY. Karena kan kita sudah tahu, calon gubernur AHY, calon presiden AHY. Ini para gubernur-gubernur 'kapan giliran kami?' kan begitu bos," kata Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul, yang dulunya bersama Demokrat, meminta SBY untuk menyelamatkan kondisi partai yang sudah mau karam.

"Jadi, Pak SBY. Aku sangat bangga dia ikut membesarkan aku. Segera Pak, konsolidasi partai. Kalau nggak ini bisa karam," jelas Ruhut Sitompul.

Sebab, lanjut Ruhut Sitompul, khawatirnya Demokrat tak memenuhi ketentuan parliamentery treshold.

"Dan saya ngeri ini nanti nggak lolos parliamentery treshold," jelas Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul juga menegaskan, jika kondisi setengah hati tetap dibiarkan akan berdampak pada koalisi yang mendukung Prabowo-Sandi.

"Karena kalau begini, koalisi Prabowo-Sandi, (seperti) PAN itu sudah marah loh," papar Ruhut Sitompul.

Ruhut menyarankan agar kader Demokrat yang setengah kaki atau bermain dua kaki agar mengundurkan diri.

"Pak SBY itu sebenarnya orang paling baik. Dia itu nggak mau mecat orang. Sampai sekarang aku belum dipecat bos. Jadi mereka itu sebenarnya harus bilang mengundurkan diri," jelasnya.

Iapun menceritakan beberapa pertemuan dengan kader terkait beberapa waktu lalu.

"Yang di bawah ini, saya ketemu sama mereka. (Mereka bilang) 'Bang, partai silakan dukung Prabowo-Sandi. Kalau kami bang, kami dukung Jokowi. Karena Jokowi itu bapak rakyat. Kalau kami bilang kami dukung yang lain, nggak dapet DPR bang'," ujar Ruhut Sitompul menirukan percakapannya dengan beberapa kader tersebut.

Ruhut Sitompul bahkan menyebut Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan memprioritaskan legislatif dibanding pilpres.

"Dan Hinca Panjaitan, tegas kok mengatakan 'ini memang pemilihan bersamaan, pilpres sama legislatif. Kalau menang nanti kami dukung presidennya, tapi nggak dapet legislatif. Tak betul juga," jelas Ruhut Sitompul.

"Dia terang bilang 'kami prioritaskan legislatif'. Sedangkan harusnya 3S: Seiring, Sejalan, Sehati," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasmas) Partai Demokrat untuk Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menegaskan bahwa kader Demokrat bebas menentukan pilihan saat pilpres 2019 nanti.

Hal ini diungkapkan oleh putra sulung Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini saat kunjungannya ke Pangkal Pinang, kepulauan Bangka Belitung, pada Senin ( 10/9 ) petang.

Seperti diketahui walau Partai Demokrat telah mentukan sikap akan berkoalisi untuk mendukung pasangan Prabowo – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 nanti, namun sejumlah kader partai Demokrat malah mendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Partai Demokrat itu partai yang sangat demokratis. Kita ingin memberikan peluang kepada para kader untuk menentukan sikapnya. Tapi secara kepartaian sesuai yang telah diputuskan oleh majelis Tinggi Partai Demokrat, bahwa dalam kontestasi Pilpres 2019, Partai Demokrat mendukung pasangan Prabowo – Sandiaga," tegas AHY.

AHY yang dipilih sebagai anggota Dewan pembina Timses Prabowo – Sandi ini menegaskan bahwa sikap partai adalah mendukung pasangan Prabowo – Sandi. Namun AHY tidak mempermasalahkan jika ada kader yang menentukan sikap berbeda.

“Dalam sebuah konstituen yang besar, jika ada perbedaan pendapat satu atau dua orang ingin menyampaikan atau menyuarakan hal yang berbeda saya pikir wajar – wajar saja”, tambah AHY(TribunJakarta.com/Kompas.com Rahmatul Fauza)

Sebagian artikel ini telah tayang sebelumnya di Tribunjakarta dengan judul: Sebut Amien Rais Tak Pernah Menang di Kampungnya, Ruhut Sitompul Ungkap Fakta Tentang Jokowi

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved