Curi Emas Majikan, Yuni Menangis Dijatuhi Hakim Vonis 3,5 Tahun

Dalam agenda nota pembelaan sekaligus putusan tersebut, Yuni meminta agar hakim memutuskan serendah-rendahnya.

Curi Emas Majikan, Yuni Menangis Dijatuhi Hakim Vonis 3,5 Tahun
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sri Wahyuni menangis di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu (12/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sri Wahyuni alias Yuni (34) harus rela meninggalkan keluarganya selama mempertanggungjawabkan hukuman 3 Tahun 6 Bulan yang disematkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin Aimhafni pada sidang yang digelar Rabu (12/9/2018) sore.

Dalam agenda nota pembelaan sekaligus putusan tersebut, Yuni berdiri seraya mengungkapkan permintaan agar Hakim kiranya memutuskan pidana serendah-rendahnya.

"Mohon kiranya hukuman saya diringankan bapak, Ibu Hakim dan Ibu Jaksa. Saya menyesal, anak saya masih kecil dan membutuhkan kasih sayang saya," ujar Yuni yang meneteska air mata di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan.

Menanggapi nota pembelaan Yuni yang diungkapkan secara lisan tersebut, Hakim Anggota Syafril Batubara mengatakan majelis hakim harus bertindak adil kepada seluruh pihak.

"Memberikan hukuman ringan untukmu belum tentu adil untuk korban. Kami harus bijaksana untuk memutuskan hukumanmu," ujar Hakim Anggota Syafril Batubara.

Saat sidang dilanjutkan, Majelis Hakim kemudian bersepakat menghukum Yuni dengan pidana penjara lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mariati Siboro yang sebelumnya menuntut Yuni dengan pidana penjara selama 5 Tahun.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHAPidana tentang pencurian sehingga terdakwa dihukum 3 Tahun 6 Bulan dan Barang bukti diserahkan kepada korban," ujar Hakim Ketua Aimfahni.

Diketahui, pada 21 Maret 2018 lalu, Yuni yang bekerja sebagai asisten rumah tangga mencuri emas milik majikannya yang bernama Rismadhani saat melihat kunci lemari kamar masih tergantung.

Melihat kesempatan emas tersebut, Yuni kemudian menggasak perhiasan Rismadhani berupa tiga buah gelang dan sebuah cincin emas yang ditaksir seharga Rp.12.530.000 rupiah. Uang tersebut dimanfaatkan Yuni untuk membeli pakaian, makan sehari-hari dan mengobati anak, membayar sewa rumah dan mengobati anaknya yang sedang sakit.

Perbuatan Yuni yang diselidiki sempat melakukan pencurian beberapa kali terhadap majikannya kemudian berakhir usai Polsek Medan Barat mengamankannya pada 1 Mei 2018.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help