Kombatan GAM Wilayah Meulaboh Mendadak Berkumpul, Ternyata Ini Yang Dibicarakan

Puluhan mantan kombatan GAM wilayah Meulaboh menggelar rapat di rumah Wakil Panglima Meulaboh, Gampong Meunasah Buloh

Kombatan GAM Wilayah Meulaboh Mendadak Berkumpul, Ternyata Ini Yang Dibicarakan
kompas.com/raja umar
Warga Aceh memperingati hari ulang tahun (Milad) ke-37 Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Upacara HUT GAM ini berlangsung di Desa Batee Luah, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Aceh, Rabu (04/12/2013). 

BANDAACEH,TRIBUN-Puluhan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Meulaboh menggelar rapat di rumah Wakil Panglima Meulaboh, Gampong Meunasah Buloh, Kecamatan Kaway XVI.

Dalam pertemuan itu, para mantan petinggi GAM ini membahas isu politik jelang Pilpres 2019.

Namun, semua petinggi mantan GAM yang hadir sepakat untuk menunggu arahan dari mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.

"Musyawarah ini untuk memperkuat barisan menuju 2019. Untuk DPRA dan DPRK, sikap kami jelas.

Mendukung caleg yang diusung Partai Aceh," kata Ketua Peralihan Aceh Wilayah Meulaboh, Samsul Bahri, Selasa (11/9).

Namun, kata dia, untuk pemilihan DPD dan DPR RI, semua kombatan GAM menunggu arahan dan perintah dari Mualem.

Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin (baju merah) berfoto bersama Nurdin Bin Ismail Amat Alias Abu Minimi (kiri), mereka kelompok bersenjata yang mengaku dirinya sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM ) menyatakan siap melawan Pemerintahan Aceh dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah – Muzakir Manaf, mereka mengaku kecewa terhadap Pemerintahan ZIKIR, karena dianggap Pemerintahan ZIKIR tidak adil dalam memperhatikan nasib mereka sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagaimana yang telah di atur dalam perdamaian MoU Helsinki.
Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin (baju merah) berfoto bersama Nurdin Bin Ismail Amat Alias Abu Minimi (kiri), mereka kelompok bersenjata yang mengaku dirinya sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM ) menyatakan siap melawan Pemerintahan Aceh dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah – Muzakir Manaf, mereka mengaku kecewa terhadap Pemerintahan ZIKIR, karena dianggap Pemerintahan ZIKIR tidak adil dalam memperhatikan nasib mereka sebagai mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagaimana yang telah di atur dalam perdamaian MoU Helsinki. (Istimewa)

Katanya, sejauh ini belum ada petunjuk menyangkut siapa-siapa saja yang bakal didukung untuk DPD dan DPR RI.

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh penting, seperti Teungku Jauhari, mantan Panglima Wilayah Meulaboh, Teungku Zainal Abidin, mantan Gubernur GAM wilayah Meulaboh.

Teungku Samsul Bahri, Panglima Wilayah Meulaboh, Tgk Ofa Mua Nadi selaku Wakil Panglima Wilayah Meulaboh dan Tgk Mawardi mantan POM KPA Wilayah Meulaboh.

Selain itu, hadir pula Tgk Ishak Yusuf mantan Ketua DPRK Aceh Barat, Tgk Bustanuddin mantan anggota DPRK Aceh Barat, Tgk Darmiazi Abbas (Tuha Peut KPA wilayah Meulaboh),

Tgk Dahlan atau Gam Bit mantan Komandan Operasi GAM Wilayah Meulaboh serta seluruh panglima daerah, panglima sagoe serta seluruh unsur KPA wilayah Meulaboh.(serambinews.com)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help