Pura-pura Kesempitan saat Duduk dalam Bus, Pencopet Lalu Gasak Harta Korban

Para pelaku kerap beraksi di Desa Tigadolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Pura-pura Kesempitan saat Duduk dalam Bus, Pencopet Lalu Gasak Harta Korban
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnain Pane bersama Kasat Reskrim AKP Poltak 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Polisi mengungkap aksi kejahatan pencurian dengan modus berpura-pura menjadi penumpang bus lintas menuju Kawasan Danau Toba Parapat.

Para pelaku kerap beraksi di Desa Tigadolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Wakapolres Simalungun, Kompol Zulkarnain Pane mengungkapkan ada empat pelaku yang telah ditahan yakni berinisial LK, LS, DL, dan JT. Kompol Zulkarnain menjelaskan para pelaku membagi tugas dalam aksinya. Pelaku LS dan JT bertugas menghentikan bus yang sedang melintas. Sementara, dua temannya lagi mengikuti bus dengan menggunkan mobil rental.

Pelaku LS yang berada di dalam mobil berperan menggasak harta milik korban Siti Nurbaya. Sementara, JT bertugas memecah konsentrasi supir. Kejadian pencurian ini juga terjadi pada siang dan malam hari.

"Saat pelaku meminta-minta geser ke korban karena merasa sempit di situlah tangannya beraksi. Kalau sudah dapat, laku mengkode temannya JT. Mereka turun di tempat tertentu mereka kumpul," ujar Kompol Zulkarnain saat menyampaikan rilis di depan empat palaku di Asrama Polisi Polres Simalungun, Rabu (12/9/2018).

Saat tiba di tujuan, korban baru menyadari kalung emas, handphone, dan anting-antingnya telah raib. Kompol Zulkarnain menjelaskan pelaku mengaku telah melakukan dua kali aksinya. Ia pun berharap para penumpang bus tidak menggunakan perhiasaan dalam perjalanan.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Poltak Simbolon menjelaskan melakukan tembakan sekali ke betis pelaku saat pengejaran.

"Ada juga kita tembak satu orang di betisnya. Pas ditangkap pelaku mencoba melarikan diri," ujarnnya.

AKP Poltak menambahkan pelaku kerap melakukan aksi di daerah tersebut. Saat ini, polisi belum mau memastikan bahwa pelaku masuk dalam kategori sindikat pencurian di jalur lintas sumatera.

Amatan tribun-medan.com, saat personel polisi menanyakan tempat tinggal, empat pelaku mengaku sebagai warga Kota Pematangsiantar. Polisi telah mengamankan barang bukti hasil pencurian pelaku.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved