SBY Perintahkan Kader Berpolitik Dua Kaki

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan politik dua kaki yang diterapkan sejumlah kadernya merupakan hal yang lumrah

SBY Perintahkan Kader Berpolitik Dua Kaki
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

JAKARTA,TRIBUN-Kabar sejumlah kader Partai Demokrat beralih dukungan ke Joko Widodo- Ma'ruf Amin menjadi perbincangan hangat masyarakat akhir-akhir ini.

Menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, politik dua kaki yang diterapkan sejumlah kadernya merupakan hal yang lumrah.

Bahkan, sikap itu merupakan perintah langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Soal Demokrat dua kaki jadi ramai. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki.

Satu kaki di pileg, satu kaki di Pilpres. Justru, yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan.

Ujung tombak pileg adalah caleg, ujung tombak pilpres adalah pengurus pusat," kata Andi Arief, Selasa (11/9).

Baca: Sejumlah Kader Demokrat Kompak Posting Foto Superman seusai Ramai Tudingan Politik Dua Kaki

Salah satu kader Partai Demokrat yang tegas memberikan dukungannya pada Jokowi adalah Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe.

Kemudian, Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Soekarwo, dan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Menyangkut hal ini, tentu sikap sejumlah kader dianggap bertentangan dengan arah partai politik.

Dimana, dalam Pilpres 2019, partai besutan SBY ini mendukung penuh Prabowo-Sandiaga.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help