Sindikat Narkoba Pasang Wajah Datar, Mengaku Pasrah Divonis 18 Tahun

Riki Hidayatullah pasrah saat mendengarkan vonis 18 tahun penjara majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan

Sindikat Narkoba Pasang Wajah Datar, Mengaku Pasrah Divonis 18 Tahun
Tribun Medan/Alija Magribi
Tatapan kosong Riki Hidayatullah usai divonis 18 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Senin (10/9/2018). 

MEDAN,TRIBUN-Riki Hidayatullah hanya bisa pasrah saat mendengarkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam sidang lanjutan kasus kepemilikan narkoba, pria berusia 24 tahun ini memasang wajah datar selama persidangan.

Ia pun mengaku menerima vonis tersebut, tanpa mengajukan banding.

"Saya terima pak hakim," katanya kemudian menundukkan kepala di ruang Cakra IX PN Medan, kemarin (10/9).

Dalam putusan ini, hakim Erintuah Damanik mengatakan Rki terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat peredaran sabu.

Barang bukti yang disita dari Riki seberat dua kilogram.

Baca: Pengakuan Napi dan Kurir yang Bebas Pasok Narkoba di Rutan Salemba, Lihat Live Streamingnya!

"Terdakwa Riki terbukti memiliki, mengedarkan, menguasai, menjadi perantara, membeli, menukar narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya lebih dari lima gram.

Ia terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Erintuah.

Selain menjatuhi hukuman kurungan badan, hakim Erintuah Damanik juga meminta terdakwa membayar denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Hakim menilai, perbuatan terdakwa sama sekali tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba.

Halaman
12
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved