Tengku Dicky Kenalkan Budaya Melayu Lewat Kain Songket

Ada kepuasan tersendiri ketika saya akhirnya berhasil membuat usaha kain songket ini, karena selain bisa mendapatkan penghasilan j

Tengku Dicky Kenalkan Budaya Melayu Lewat Kain Songket
Tribun Medan
Tengku Dicky menunjukkan Kain Songket Melayu hasil kreasinya.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kecintaan akan kain songket khas Melayu membuat Tengku Muhammad Dicky membuka usaha yang diberi nama House of Tengku Dicky.

Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Dicky tersebut berhasil memasarkan kain songket buatannya ke beberapa negara di antaranya Malaysia.

"Awal membangun usaha ini mungkin karena kecintaan saya akan Kain Songket Melayu yang memang telah saya ketahui sejak saya masih kecil, karena sering menemani nenek saya yang juga menyukai kain songket," ujar pria kelahiran 3 Juni 1993 ini saat ditemui Tribun, Rabu (12/9/2018).

Baca: Kagum Home Industri Kain Songket di Palembang, JR Saragih: Bisa Jadi Contoh

Dicky mendesain langsung motif-motif yang ada pada kain songket yang ia jual. Untuk pembuatannya ia bekerjasama dengan beberapa pembuat kain songket yang memang sudah terbukti kualitasnya.

"Ada kepuasan tersendiri ketika saya akhirnya berhasil membuat usaha kain songket ini, karena selain bisa mendapatkan penghasilan juga bisa mempertahankan dan memperkenalkan kebudayaan Melayu dari kain songket tersebut," tuturnya.

Ada cukup banyak pilihan motif dari kain songket yang bisa didapatkan di tempat usahanya yang berada di Jalan Petula Satu No 14, Medan.

"Untuk mendapatkan desain dan motif yang berbeda-beda, tak jarang saya mengunjungi beberapa daerah yang memang mayoritas masyarakat Melayu seperti Batubara dan beberapa daerah lainnya," jelasnya.

Harga yang ia tawarkan untuk produk kain songket juga beragam mulai Rp 850 ribu hingga Rp 3,5 jutaan. Harga tergantung pada motif dan tingkat kesulitan pembuatan kain songket tersebut.

"Selain kain songket, di House of Dicky juga bisa didapatkan berbagai macam aksesori khas Melayu seperti tengkuluk atau topi khas Melayu dan aksesori lainnya yang semuanya dibuat sendiri," terangnya.

Dicky memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produknya. Salah satunya adalah Instagram dan rutin memposting produknya.

"Di Instagram @houseofdicky yang tertarik untuk membeli songket khas Melayu bisa melihat produknya di sana sebelum kemudian datang langsung ke toko," ungkapnya.
Ia memungkiri sosial media saat ini menjadi salah satu tempat promosi yang cukup efektif untuk mengembangkan atau memperkenalkan usaha.

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved