Unika Santo Thomas Gandeng Indomobil Gelar E-Learning Pembelajaran Bahasa Inggris

kultur baru akademik perguruan tinggi seperti intelektualitas, inovasi, kreativitas.

Unika Santo Thomas Gandeng Indomobil Gelar E-Learning Pembelajaran Bahasa Inggris
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Rektor UNIKA Santo Thomas Dr. Frietz R. Tambunan dan Founder TeachCast with Oxford, Kent Holidays foto bersama. UNIKA Santo Thomas bekerjasama dengan PT Indomobil dalam penyelenggaraan e-learning pembelajaran bahasa Inggris dalam program TeachCast with Oxford. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Universitas Katolik Santo Thomas (UNIKA) melaksanakan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) 2018 yang berlangsung selama empat hari, mulai 12 September hingga 15 September.

Para mahasiswa baru UNIKA diperkenalkan dengan kultur baru akademik perguruan tinggi seperti intelektualitas, inovasi, kreativitas, enterpereneurship, teknopreneurship dan integritas moral/kepribadian.

"Kita ingin mahasiswa UNIKA Santo Thomas itu di samping cerdas intelektual dan karakter serta bisa terjual, dalam arti diserap oleh lapangan kerja. Kita tahu di dunia global sekarang, bisa menjual lulusan ini adalah dengan mampu berkomunikasi berbahasa Inggris," ujar Rektor UNIKA Santo Thomas, Dr. Frietz R. Tambunan, Jumat (14/9/2018) di UNIKA Santo Thomas, Jalan Setia Budi No.479 F, Tanjung Sari, Tj. Sari, Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia menjelaskan UNIKA Santo Thomas bekerjasama dengan PT Indomobil dalam penyelenggaraan e-learning pembelajaran bahasa Inggris dalam program TeachCast with Oxford. Program ini adalah pengajaran bahasa Inggris jarak jauh dan interaktif dengan menghadirkan tutor dan native speakers dari Amerika secara online dan telah berlangsung satu batch.

"Pengajaran bahasa Inggris dengan metode pengajaran TeachCast with Oxford telah dinikmati oleh sekitar 3 juta mahasiswa di seluruh dunia, dan UNIKA Santo Thomas adalah satu-satunya universitas dan lembaga pendidikan lainnya di Sumatera yang telah menerapkan pembelajaran e-learning  sebagai upaya membawa Unika secara perlahan menjadi Universitas berbahasa Inggris," ucap Dr. Frietz.

Dalam kesempatan yang sama, 
Ketua Panitia PKKMB sekaligus 
Wakil Rektor III, Ir. Patricius Sipayung MSi menjelaskan tahun ini, jumlah mahasiswa UNIKA Santo Thomas meningkat 43 persen, dengan jumlah mahasiswa baru sebesar 1022 orang. Terdapat delapan fakultas di UNIKA Santo Thomas yakni fakultas pertanian, ekonomi, teknik, ilmu komputer, sastra, FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan Teologi.

"Mahasiswa kita berasal dari berbagai daerah, melalui kegiatan PKKMB ini, maka mahasiswa UNIKA Santo Thomas dapat beradaptasi dengan lingkungan. Kegiatan PKKMB ini jauh dari kekerasan, intimidasi, dan keributan," ujarnya.

Selain mahasiswa baru, acara ini juga menghadirkan pembicara dari Tim Indomobil yakni Founder TeachCast with Oxford, Kent Holidays berasal dari Amerika, Legal Director dan Corporate Secretary Indomobil, CR Susilowasti dan Vice President Sales & Marketing, Rachel Setyadi.

"Di era globalisasi ini tidak ada lagi batas negara. Orang Jepang pergi ke Indonesia untuk berbisnis, orang Jerman berbisnis di Indonesia. Sekarang Indonesia sedang berubah, investor asing mau bekerjasama dengan Indonesia. Untuk berpartisipasi dalam global ekonomi, Anda harus berbahasa Inggris," ujar Kent.

Ia mengatakan pihaknya melakukan pengajaran bahasa Inggris berbasis e-learning, di mana pengajaran dilakukan secara online sementara guru yang mengajar langsung dari Amerika. Kursus bahasa Inggris ini diadakan secara online setiap hari pukul tiga sore WIB (Waktu Indonesia bagian Barat), maka pengajaran yang ditayangkan lewat searah online dilakukan pada pukul 2 (dua) pagi dari Amerika.

"Indonesia itu sangat unik, selain berbisnis ada juga peluang untuk pariwisata. Banyak pengusaha asing tidak hanya untuk berbisnis tapi juga untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Satu hari nanti Indonesia bisa menjadi suatu negara yang sangat kuat," ucapnya.

Kent berharap melalui kolaborasi ini, mahasiswa UNIKA Santo Thomas bisa berbahasa Inggris dan mampu berkompetisi dalam berkerja baik secara lokal maupun global.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved