Kalah 14 Kali dari 21 Laga, PSMS Terancam Degradasi

Buruknya performa PSMS Medan kala bentrok kontra PSIS Semarang, Rabu (12/9) kemarin menambah daftar kekalahan tim Ayam Kinantan

Kalah 14 Kali dari 21 Laga, PSMS Terancam Degradasi
PSMS hadapi PSIS Semarang dalam lanjutan Liga di Stadion Teladan, Rabu (12/9/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Buruknya performa PSMS Medan kala bentrok kontra PSIS Semarang, Rabu (12/9) kemarin menambah daftar kekalahan tim Ayam Kinantan. Dari 21 laga yang sudah dilakoni, PSMS menelan kekalahan sebanyak 14 kali. Lima diantaranya kalah di markas sendiri. 

Kini tim asuhan Peter Butler ini menyisakan 13 laga lagi. Peluang mereka untuk keluar dari zona degradasi pun semakin berat. 

Jika ingin bertahan di Liga 1, PSMS harus berhasil meraih kemenangan setiap laga tandang. Mereka harus mampu memanfaatkan sisa pertandingan tersebut untuk mencuri poin penuh.

Sinyal degradasi pun diakui Sang Arsitek PSMS, Peter Butler. Kekalahan atas PSIS kemarin membuatnya makin pesimistis tim Ayam Kinantan keluar dari zona degradasi. Bahkan, Butler harus mengakui jika terus gagal, PSMS harus siap turun kasta. 

Baca: Kalahkan Perseru Serui Jalan PSMS Medan Bangkit dari Bayang-bayang Degradasi

"Harus jujur kalau tidak ada motivasi untuk pemain. Kalau mereka survive atau degradasi, kita harus jujur. Semua orang harus tahu pemain di sini orang baik. Saya senang kerja sama dengan mereka. Tapi kalau semua tak bantu mereka dengan motivasi, sangat sulit," ungkap Butler, Kamis (13/9). 

Butler tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai menerima kekalahan keduanya di kandang semenjak ia menukangi PSMS. Padahal ia menyebut timnya bisa memanfaatkan kemenangan atas PSIS demi keluar dari zona degradasi. 

Pelatih asal Inggris ini menyebut banyak faktor yang membuat PSMS dalam posisi sulit hingga detik ini.

"Saya tidak mau duduk di sini dan kritik pemain saya. Saya pikir pemain kerja keras, namun dalam situasi yang sulit di dalam dan luar lapangan juga. Kalau tidak ada motivasi kita sulit bangkit," bebernya. 

Selain itu Butler juga mengakui lini pertahanannya cukup buruk saat menghadapi PSIS. Hal ini tentu akan menjadi evaluasi buat dia agar tidak mengalami kecolongan lagi saat menghadapi Perseru Serui, Minggu (16/9) nanti. 

"Gol pertama kita kemarin sempat ditepis oleh Rohim, tapi gol kedua Lobo tak konsentrasi. Kecolongan tiga gol tentu pertahanan kita tidak cukup bagus. Mungkin nanti kita akan lebih fokus lagi pemain bertahan," pungkasnya. (*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help