Medan Banjir

Anak-anak Korban Banjir Tumpah ke Jalan Meminta Sumbangan: Om, Bantu Om. . .

Belasan anak-anak di Jalan Kejaksaan Kelurahan Petisah Tengah tampak senang bermain banjir yang melanda

Anak-anak Korban Banjir Tumpah ke Jalan Meminta Sumbangan: Om, Bantu Om. . .
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Anak-anak korban banjir di Jalan Kejaksaan meminta sumbangan kepada pengendara, Minggu (16/9/2018). Banjir di daerah ini mencapai setengah meter lebih. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Belasan anak-anak di Jalan Kejaksaan Kelurahan Petisah Tengah tampak senang bermain banjir yang melanda kawasan rumah mereka, Minggu (16/9/2018).

Air berwarna cokelat yang berasal dari Sungai Babura tersebut telah membanjiri rumah mereka sejak pukul 00.00 WIB tadi malam.

Tak hanya bermain air banjir, beberapa anak juga terlihat meminta sumbangan bantuan kepada kendaraan yang lewat di Jalan Kejaksaan.

"Om.. bantu om," ucap salah seorang di antara mereka sembari menyodorkan baskom kepada kendaraan yang lewat.

Seorang warga bernama Fitri mengatakan, tinggi air bahkan sampai setengah meter lebih. Padahal diakuinya, meski banjir, tahun lalu hanya sampai semata kaki.

"Tahun lalu banjir memang, tapi enggak setinggi ini. Kalau dulu paling cuma semata kaki. Sekarang sampai segini pun," ucapnya sambil menunjuk dagunya.

Anak-anak bermain saat banjir di
Anak-anak bermain saat banjir di 

Ia mengaku, sebelum air naik pada tengah malam, abangnya yang berada di Deliserdang sudah mewanti-wanti dirinya.

"Abang yang di Deliserang udah bilang, ini rumah kami naik, siap-siaplah kalian. Eh, rupanya selang dua, tiga jam, naik betulan," kata dia.

Karena rumah Fitri memiliki lantai dua, barang-barangnya pun dia ungsikan ke atas. Namun beberapa warga yang rumahnya terendam mengungsikan barang-barangnya ke Masjid Ubudiyah.

Neneng (56) mengatakan, rumahnya terendam banjir tanpa ada barang berharga yang bisa terselamatkan.

"Air masuk ke dalam rumah kami sekitar pukul 02.00 WIB, kami saat itu masih tidur. Bangun karena ada teriakan dari tetangga. Banjir.. Banjir.. Pas bangun, apa daya air sudah tinggi," kata dia.

Neneng pun mengatakan, hingga saat ini warga setempat belum mendapatkan bantuan apa pun. Beberapa warga yang berlokasi di Jalan Kejaksaan pun terlihat ikut mengutip sumbangan dari pengendara.

(cr5/tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved