Medan Banjir

Banjir Rendam Kelurahan Beringin, Tim SAR Evakuasi Warga yang Terjebak di Dalam Rumah

Banjir yang kembali merendam kawasan Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang sejak Sabtu malam

Banjir Rendam Kelurahan Beringin, Tim SAR Evakuasi Warga yang Terjebak di Dalam Rumah
Kondisi Banjir di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banjir yang kembali merendam kawasan Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang sejak Sabtu malam hingga Minggu (16/9/2018) membuat warga resah.

Pasalnya ini bukan kali pertama banjir menerjang rumah mereka hingga melahap seluruh rumah dan hanya menyisahkan atap rumah.

Informasi yang dihimpun terdapat 150 KK yang menjadi korban banjir besar ini.

Seorang warga Gang Mandor Kelurahan Beringin Kartika Sihombing mengatakan banjir setiap tahunnya selalu datang namun ini yang terbesar dari 4 tahun belakangan.

"Daerah kami ini memang selalu terkena banjir bang, setiap tahun pasti selalu ada itu bisa selutut atau sepaha. Tapi terakhir 2014 banjir yang sebesar ini dan ini terjadi lagi," katanya Minggu (16/9/2018) di lokasi banjir.

Ia mengatakan sejak Sabtu sore pukul 18.00 WIB telah kelihatan meluap dari sungai Babura dan ditambah curah hujan yang tinggi menambah aliran air.

"Sejak sore memang air sudah kelihatan di sawah-sawah ini. Baru mulai makin malam air semakin meninggi hingga masuk ke dalam rumah. Jadi disitu kami sudah mulai mengungsi barang-barang seperti bajupun tak sempat diselamatkan," jelasnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa ketika banjir sudah sampai menutupi atap rumah warga. Ada warga yang terjebak banjir di atap rumahnya.

"Jadi tadi malam itu ada beberapa warga masih terjebak di atap rumahnya bang. Terus disitu tim SAR uda bantu evakuasi warga tapi ada juga.warga yang bersikeras untuk tinggal," tegasnya.

Tika menerangkan hingga pagi Tim SAR masih mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. "Tadi bahkan ada warga yang terjebak baru dievakuasi sampai kedinginan sehingga harus dipapah warga lain," terangnya.

Sebagai korban yang terus menerus dilanda banjir, ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah banjir ini.

"Sebenarnya bang ini karena sungai babura ini tidak dalam jadi enggak bisa menampung air yang banyak. Jadi maunya sungainya di kerok lebih dalam dan dibuat tanggul di samping. Itu belum dilakukan, harapan kami semua warga sini agar segera terealisasi. Kami sudah capek harus terus mengungsi," bebernya.

Banjir membuat aktivitas warga jadi berhenti hampir 2 minggu. "Biasanya kalau sudah begini kami itu butuh 2 minggu untuk membuat semua ini normal kembali," tutup Tika.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help