Bantuan Pelampung, Hingga Kritik Keselamatan Transportasi di Danau Toba

Berulangnya kecelakaan kapal di Danau Toba sejak puluhan tahun silam, luka yang dalam. Terlebih usai KM Sinar Bangun karam

Bantuan Pelampung, Hingga Kritik Keselamatan Transportasi di Danau Toba
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Organisasi Masyarakat Batak bersama Didampingi Dishub Simalungun menyerahkan bantuan pelampung ke pengusaha kapal di Parapat-Ajibata, Sabtu (15/9/2018). 

TRIBUN-MEDAN. COM, PARAPAT -Berulangnya kecelakaan kapal di Danau Toba sejak puluhan tahun silam, terlebih karamnya KM Sinar Bangun Juni 2018 lalu menyisakan luka yang dalam bagi sejarah pelayaran di Danau Toba.

Kejadian itu menyita perhatian pihak-pihak yang masih peduli dengan keselamatan di Danau Toba. Organisasi Masyarakat Batak menyerahkan bantuan pelampung ke pengusaha kapal di Parapat-Ajibata, Sabtu (15/9/2018).

Tujuh organisasi Batak yang terhimpun dalam Forum Peduli Tragedi Danau Toba (FPTDT), Sabtu 23 Juni 2018 lalu menggelar acara yang dibungkus tema "Tangiang Tu Tao Toba" (Doa Untuk Danau Toba) di halaman parkir kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta. Dana yang terkumpul itu baru bisa diserahkan minggu ke dua September 2018.

Pemberian itu diwakili oleh Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), perwakilan perantau Batak di Jakarta sekitar yang biasa disapa "Naposo Batak Jabodetabek (Nabaja)". Tampak Ketua Umum Nabaja Darman Siahaan, Pembina Nabaja Alimin Ginting, Sekretaris eksekutif YPDT Jhohannes Marbun, serta Seniman Danau Toba Tongam Sirait hadir, lalu pihak penerima bantuan maupun organisasi masyarakat lainnya.

Jhohannes Marbun menyampaikan apresiasi ke pengusaha dan pengurus kapal yang ada di Danau Toba. Alasannya, jauh sebelum pemerintah berbuat untuk transportasi air di Danau yang berasal dari letusan gunung merapi itu pegiat perkapalan sudah berbuat.

Katanya, pengusaha atau pengurus kapal telah berjasa menciptakan pelayaran antar koneksi dari pelabuhan ke pelabuhan di Kawasan Danau Toba. Tentunya, hal itu harus terus didukung oleh pemerintah khususnya Dinas Perhubungan.

"Pegusaha dan pengurus perkapalan harus terus diedukasi. Kegiatan kita ini tidak mungkin memenuhi semua kebutuhan masyarakat transportasi di Kawasan Danau Toba. Tetapi, setidaknya ini bisa mengataai solusi-solusi persoalan transportasi yang ada di Danau Toba,"ujar Joe.

Menurutnya, belum semua kapal-kapal mendapat bantuan serupa karena keterbatasan dana. Diakuinya, bantuan dari FPTDT
tidaklah besar. Mereka berharap semoga ada pihak-pihak lain juga memberi perhatian terhadap keselamatan pelayaran di Danau Toba.

Sementara itu pegiat sosial di Kawasan Ajibata-Parapat, Re Member Manik mengapresiasi kegiatan itu. Namun, hal terpenting kata Ingot bagaimana menegakkan regulasi agar berjalan sebagaimamana mestinya.

Bagi Ingot, memberikan pelampung ke pengusaha kapal-kapal penyeberangan itu kurang tepat sasaran. Menurut Ingot pengusaha kapal mampu membeli pelampung. Karenanya, Ingot yang pernah aktif di pelayaran laut itu menekankan supaya regulasi yang ditegakkan.

"Memberi pelampung ke pengusaha kapal, kita apresiasi. Akan tetapi, kurang tepat sasaran. Kenapa, mereka itu kan membangun kapal modalnya besar, bahkan bisa mencapai 1 Milliar. Kenapa melengkapi pelampung saja masih enggan ?"kritik Ingot.

Ingot menyebut, menunjang keselamatan transportasi di Danau Toba yang paling penting ditekankan adalah bagaimana regulasi bisa ditegakkan setegak-tegaknya. Lalu mengedukasi pegiat-pegiat perkapalan tentang standard keselamatan.

Ingot yang juga aktif berkesenian di Kawasan itu menganjurkan agar Dinas Perhubungan benar-benar menjalankan tugasnya. Melakukan pengawasan dengan benar. Menempatkan syah bandari di pelabuhan.

"Kenapa sekarang sudah tidak ketat lagi pengawasanannya. Jangan saat heboh-hebohnya KM Sinar Bangun saja semua melakukan pengawasan. Di Pelabuhan Tiga Raja ini, saya amati tidak ada lagi pendataan penumpang. Padahal peristiwa KM Sinar Bangun belum genap 100 hari. Ini harus diperhatikan serius,"tegasnya.

(Jun)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved