Inilah Bukti-bukti Dugaan Plagiarisme Rektor Universitas Negeri Semarang

Rektor Unnes Profesor Doktor Fathur Rokhman, dituduh menjiplak naskah akademik karya mahasiswanya

Inilah Bukti-bukti Dugaan Plagiarisme Rektor Universitas Negeri Semarang
Istimewa
Kampus Universitas Semarang 

BBC News Indonesia berhasil mendapatkan salinan makalah dan dokumen penelitian Fathur Rokhman pada 2002 dan skripsi seorang mahasiswa S1 Unnes terbitan 2001.

TRIBUN-MEDAN.com- Universitas Negeri Semarang atau Unnes dilanda polemik persoalan dugaan adanya tindakan tidak terpuji dari Rektornya, yaitu Profesor Doktor Fathur Rokhman.

Profesor Doktor Fathur Rokhman dituduh menjiplak naskah akademik karya mahasiswanya.

Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi pun membentuk tim Evaluasi Kinerja Akademik atau tim EKA, beranggotakan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, untuk menyelidikinya.

Salah satu anggotanya adalah Engkus Kuswarno, guru besar dari Universitas Padjajaran, Bandung.

"Kalau dokumen yang sudah terpublish itu kan bisa dibaca setiap orang. Berdasarkan data seperti itulah yang kemudian mencoba dianalisis. Dari mulai terbitnya, kronologisnya, termasuk juga substansi isinya, sampai kepada kalimat, sampai kepada lokasi, metodologi, pokoknya lengkap semua," kata Engkus.

Meski demikian, Engkus menolak menyebutkan apa hasil kajiannya.

"Ketika ditanya mengenai kajian ini yah, sesuai dengan pengetahuan kami. Kalau ujungnya ada sebuah keputusan, itu kan bukan keputusan bukan ada di kami. Nah, data yang ini, itu sudah diserahkan kepada pak menteri (Menristekdikti, M Nasir)," jelasnya.

BBC News Indonesia berhasil mendapatkan salinan makalah dan dokumen penelitian Fathur Rokhman pada 2002 dan skripsi seorang mahasiswa S1 Unnes terbitan 2001.

Dalam menyusun skripsinya, mahasiswa berinisial R tersebut dibimbing oleh Fathur Rokhman.

plagiarisme, unnes
Skripsi mahasiswa S1 terbitan 2001 (paling atas), laporan penelitian Fathur Rokhman pada November 2002 (tengah), serta naskah Fathur Rokhman pada jurnal Lingua Artistika terbitan Mei 2002 (bawah).
Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help