Mengangkat Budaya Indonesia, SMA Santo Thomas 1 Bentuk Ekskul Tari Tradisional

Tujuan dari dibuatnya ekskul tari tradisional ini adalah untuk mengangkat dan mengembangkan budaya Indonesia.

Mengangkat Budaya Indonesia, SMA Santo Thomas 1 Bentuk Ekskul Tari Tradisional
TRIBUN MEDAN/HO
Siswa SMA Santo Thomas 1 Medan yang ikut Ekskul Tari Tradisional saat mempertunjukan tarian tradisional nias dan lompat batu pada event sekolah dan yayasan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Ektrakurikuler (ekskul) tari tradisional merupakan satu dari total 24 ekskul yang dimiliki SMA Swasta Santo Thomas 1 Medan.

Romwel Samosir selaku guru pembina mengatakan, Tujuan dari dibuatnya ekskul tari tradisional ini adalah untuk mengangkat dan mengembangkan budaya Indonesia.

Selain itu, ekskul ini juga sebagai sarana untuk menampung minat dan bakat dari murid-murid SMA Santo Thomas 1, serta mendukung program dari pemerintah bahwa pendidikan seni budaya di Indonesia harus diterapkan dalam kehidupan bersekolah.

"Jadi supaya mereka (siswa) jangan sampai lupa adat istiadat dan budaya karena itu merupakan identitas mereka," ujarnya kepada Tribun Medan, Minggu (16/9/2018).

Romwel juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan ekskul tari tradisional tersebut mereka mempelajari berbagai tarian kebudayaan yang ada di Sumatera Utara. Antara lain tari perang yang merupakan tari tradisional suku Nias, tari Toba, tari Pakpak, dan tari tradisional dari etnis lainnya di Sumut.

"Rutinitasnya kita lakukan seminggu sekali umumnya sekitar dua jam," imbuhnya.

Saat ini, kata Romwel, siswa yang meminati ekskul tradisional ini ada 15 orang yang merupakan perpaduan dari beberapa kelas dan berasal dari berbagai suku.

Romwel mencotohkan, untuk tari tradisional nias dalam ekskul tersebut mereka melatih tari Valuaya (tari perang). Dia menuturkan, setelah melakukan tarian tersebut, umumnya juga akan diakhiri dengan melakukan hombo batu (lompat batu). Bahkan Klub ekskul yang dibinanya tersebut sudah beberapa kali melakukan pertunjukan tari tradisional nias tersebut di sejumlah kegiatan.

"Khusus untuk tari tradisional nias, sudah sering kita lakukan pertunjukan di kota Medan yakni dalam acara Porseni yayasan Don Bosco bulan April kemarin di lapangan merdeka. Selain itu, sering juga penampilannya pada saat ada kegiatan/event yang ada di sekolah," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help