Raslan Sitompul 'Ancam' Gugat ke Bawaslu Soal Penetapan DCT, Ini Tanggapan KPU Deliserdang

Raslan Sitompul yang berancang-ancang ingin menggugat KPU Deliserdang jika nantinya tidak ditetapkan DCT

Raslan Sitompul 'Ancam' Gugat ke Bawaslu Soal Penetapan DCT, Ini Tanggapan KPU Deliserdang
Tribun Medan/HO
Komisioner KPU Deliserdang, Bobby Indra Prayoga 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Pihak KPU Deliserdang mengaku sudah mendengar rencana mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang, Raslan Sitompul yang berancang-ancang ingin menggugat KPU Deliserdang jika nantinya tidak ditetapkan sebagai dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

Informasi itu didapat setelah diketahui pihak Raslan ada berkonsultasi kepada Bawaslu Deliserdang.

Komisioner KPU Deliserdang, Bobby Indra Prayoga yang ditanyai mengenai sikap Raslan ini tidak bersedia untuk berkomentar banyak. Menurutnya siapa saja mempunyai hak untuk melaporkan dan menggugat KPU.

Pada prinsipnya ia menyebut kalau KPU bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada.

" Apa yang mau kita komentari karena itukan hak dia. Penetapan DCT jugakan belum lagi. Kita akan sesuaikan nantinya dengan regulasi yang ada. Yang jelas surat pengunduran dirinya itukan ketika penetapan DCS belum ada dari Bupati. Ini kita ketahui setelah adanya laporan pengaduan dari masyarakat. Ada SK pensiunnya memang tapi TMT (terhitung mulai tanggal) bulan Oktober,"kata Bobby.

Raslan Sitompul ini sebelumnya merupakan satu diantara tiga pejabat di lingkungan Pemkab Deliserdang yang ikut dalam Pemilu Legislatif.

Selain Raslan ada juga nama mantan Asisten II dan mantan Kadis Pendidikan Deliserdang, Saadah Lubis dan Wastiana Harahap.

Jika Saadah dan Wastiana sudah mengajukan pengunduran diri ke Bupati sebelum penetapan DCS beda halnya dengan Raslan.

Saat pemberkasan Raslan hanya menyertakan SK pensiun dari BKN yang terhitung mulai bulan Oktober mendatang.

Surat pengunduran dirinya diajukan ke Bupati setelah melewati penetapan DCS.

Karena ulahnya itu Raslan yang diketahui sudah ikut berpolitik akhirnya diberhentikan oleh Ashari sebagai ASN termasuk dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Bapenda Deliserdang.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help