Sel Asli Setya Novanto Paling Luas di Lapas Sukamiskin, Kalapas Tejo Harwanto Angkat Bicara

Sel asli mantan Ketua DPR RI Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung akhirnya terbongkar.

Sel Asli Setya Novanto Paling Luas di Lapas Sukamiskin, Kalapas Tejo Harwanto Angkat Bicara
narasi tv
Penampakan sel asli Setya Novanto seluas 500 cm persegi, paling luas di Lapas Sukamiskin Bandung saat disidak Ombudsman 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sel asli mantan Ketua DPR RI Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung akhirnya terbongkar.

Ia memiliki kamar yang lebih luas dari kamar tahanan lainnya. Bahkan, kamar mandinya dilengkapi kloset duduk.

Terungkapnya sel asli Setya Novanto di Lapas Sukamiskin berkat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia (RI) pada Kamis (13/9/2018).

Ombudsman menyidak beberapa lapas, di antaranya Lapas Wanita Sukamiskin, Lapas Pria Sukamiskin dan Lapas Narkotika Banceuy.

Dari lapas yang diinspeksi itu, Lapas Pria Sukamiskin lah yang paling menuai perhatian, di mana mayoritas narapidana tindak pidana korupsi (tipikor) ada di sana, termasuk Setya Novanto.

Berdasarkan temuan saat inspeksi mendadak ke Lapas Sukamiskin, Ombudsman RI menemukan kamar sel Setya Novanto, Muhammad Nazaruddin, Djoko Susilo, dan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan berukuran lebih luas dibanding sel napi lainnya.

Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu dalam persnya di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018) menilai, masih ada potensi maladministrasi di Lapas Sukamiskin.

Menurutnya ada diskrimasi kamar hunian di lapas yang berdisi sejak zaman Belanda itu.

Terkait kamar sel asli Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Ninik mengatakan, kamar mantan Ketua Umum Golkar itu memang lebih luas dan mewah dari kamar tahanan lain.

“Ruangan yang dihuni Pak Setya Novanto memang lebih luas. Di toilet WC-nya duduk dong,” ujarnya.

Dalam video singkat yang diunggah Najwa Shihab di akun facebook narasi tv, Sabtu (15/9/2018), sel asli Setya Novanto tampak mewah.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved