Sengketa di Tubuh Otorita Danau Toba, Menteri Luhut Akhirnya Hadirkan Raja Bius

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mempertegas masih ada konflik di lahan di Desa Motung

Sengketa di Tubuh Otorita Danau Toba, Menteri Luhut Akhirnya Hadirkan Raja Bius
Perwakilan Bius (Paguyuban) empat marga Bius Motung saat hendak berangkat ke Jakarta memenuhi undangan Menko Maritim Luhut Panjaitan mencari solusi sengketa lahan BODT, Minggu (16/9/2018) di Motung. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Hingga September 2018 Minggu ke dua, sebagian lahan pengembangan Badan Pariwisata Otorita Danau Toba (BPODT) yang berada di Desa Motung masih sengketa. Tuntutan masyarakat atas lahan milik mereka belum terealisasi.

Keberangkatan empat Raja Bius Motung ke Jakarta, Minggu, (16/9/2018) pagi dari Motung, Tobasa atas undangan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mempertegas masih ada konflik di lahan tersebut yang harus diselesaikan dengan cara duduk bersama kedua belah pihak.

Perwakilan Bius (Paguyuban) empat marga di Motung yakni Sabar Manurung, Maniur Sitorus, Horijon Ambarita dan Bison Sirait serta perwakilan Warga Sigapiton berangkat minggu pagi menuju Bandara Kuala Namu.

Surat yang undangan yang mereka tunjukkan bertuliskan Kementerian Pariwisata yang disampaikan melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BOPDT).

Pada surat undangan itu, dijelaskan tujuannya untuk menindaklanjuti hasil rapat sosialisasi Masyarakat Drsa Motung yang telah diadakan beberapa kali dan telah terbitnya SK MenLHK nomor 3197 tentang penetapan pelepasan kawasan Hutan untuk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba.

Tertera di lembar undangan, pertemuan digelar Senin 17 September 2018 bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Raja-raja Bius diminta melengkapi pernyataan tertulis mengenai aspirasi dan keinginan yang ingin disampaikan. Serta peta lokasi yang dimaksud, kelengkapan bukti lainnya terkait lahan tersebut.

Pada 29 Maret 2018 lalu, Ketua Badan Pariwisata Otorita Danau Toba (BPODT), Ari Prastyo bersama Bupati Darwin Siagian, Kapolres, Kepala BPKH, Kadispar melakukan kegiatan Sosialisasi Program Perencanaan BPODT di Lahan Sibisa Tobasa kepada masyarakat, di Desa Motung.

Pada pertemuan itu, beberapa poin disampaikan untuk membujuk masyarakat agar sesegera mungkin mengijinkan lahannya untuk diukur dan dipatok menjadi lahan BPODT.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved