Dinkes Akui Ada Anak yang Harus Dilarikan ke Rumah Sakit usai Imunisasi Campak dan Rubella

Kita sudah dapat petunjuk bahwa akan diperpanjang waktunya. Tapi kita masih menunggu surat dari Mendagri dan Menteri Kesehatan.

Dinkes Akui Ada Anak yang Harus Dilarikan ke Rumah Sakit usai Imunisasi Campak dan Rubella
Tribun Medan/HO
Pemerintah Kabupaten Deliserdang mencanangkan Kampanye Imunisasi MR (Measles Rubella), Rabu (1/8/2018) di Halam SD Negeri Jalan Kartini Kecamatan Lubukpakam. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM-
Pemberian imunisasi Campak dan Rubella di Kabupaten Deliserdang terhadap anak usia 9 bulan hingga 15 tahun baru terealisasi 42 persen. Ditargetkan pemberian imunisasi Campak dan Rubella ini dilakukan terhadap 606.523 anak.

Hingga saat ini pelaksanaannya pun terus berjalan termasuk untuk kegiatan sosialisasinya.

Plt Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menyebut dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Deliserdang baru Kecamatan Gunung Meriah yang capaian realisasinya paling tinggi yakni sebanyak 85 persen.

Kemudian disusul Kecamatan Batang Kuis dan Tanjung Morawa yang masih 28 persen dan 26 persen.

Disebut, awalnya batas waktu pemberian imunisasi ini hingga akhir September dimana untuk pelaksanaan pertama dilakukan pada 1 Agustus 2018.

"Kita sudah dapat petunjuk bahwa akan diperpanjang waktunya. Tapi kita masih menunggu surat dari Mendagri dan Menteri Kesehatan. Sampai saat ini masih ada beberapa sekolah yang menolak soalnya.

Tapi meski begitu kita sudah kordinasi juga sama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama termasuk juga sama MUI. Sekarang ini sudah dilakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Kalau untuk anak usia sekolah total jumlahgnya baru 230.324 atau 38 persen," ujar dr Ade, Senin (17/9/2018).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Deliserdang ini menyebut bagi orang tua yang menginginkan agar anaknya diberi vaksin dapat mendatangi Puskesmas. Ia menyebut pemberian imunisasi ini bisa didatangi di setiap Puskesmas setiap hari. Ia mengakui kalau pihaknya ada menemukan kasus dimana ada seorang anak yang setelah diberi imunisasi ini kemudian terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

"Ya memang kita akui ada kasus seperti itu (dilarikan ke rumah sakit). Kalau tidak salah saya kejadiannya itu di Kecamatan Percut Seituan. Ya memang anak ini menjadi demam, disaat itu ibunya begitu panik dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Tapi sudah sembuh beberapa hari kemudian. Itu bisa terjadi memang karena daya tahan tubuh anak inikan berbeda-beda, ada yang tidak kenapa-kenapa badannya ketika disuntik tapi ada juga yang demam, tapi tidak berbahaya intinya," kata dr Ade.

Meski tidak memaksa setiap orang tua untuk memberikan imunisasi kepada anaknya namun ia menyarankan agar pemberian imunisasi ini dapat secepatnya dilakukan oleh orang tua. Disebut kalau Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian.

Selain itu juga disebut dampak Rubella terburuk apabila terjangkit pada ibu hamil.

Rubella menyebabkan keguguran atau kecacatan meliputi kelainan pada jantung, mata, ketulian atau keterlambatan perkembangan.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved