Minim PAD, Sekda Simalungun Gideon Bilang akan Hapus Tenaga Honorer

Pemkab Simalungun sudah terlanjur melakukan hal yang salah dalam pengangkatan tenaga honorer.

Minim PAD, Sekda Simalungun Gideon Bilang akan Hapus Tenaga Honorer
Tribun Medan / Royandi
Sekda Simalungun, Gideon Purba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pemerintah Kabupaten Simalungun sedang kelimpungan dalam melaksanakan kewajiban membayar gaji tenaga honorer. Persoalan krisis keuangan di Pemerintah Kabupaten Simalungun telah mendapatkan perhatian penuh dari anggota legislatif.

Bernhard Damanik dari Fraksi NasDem berharap Pemkab Simalungun segera melakukan kajian ulang untuk perekrutan tenaga honorer. Menurutnya, Pemkab Simalungun sudah terlanjur melakukan hal yang salah dalam pengangkatan tenaga honorer.

Karena dalam PP Nomor 48 Tahun 2005 pemerintah daerah tidak diperbolehkan mengangkat tenaga honorer.

Namun, Bernhard memberikan pengecualian terhadap tenaga guru honorer. Sebab, tenaga guru PNS di Kabupaten Simalungun masih dalam porsi yang minim.

"Kita berharap ada kajian ulang. Banyak honorer seperti di Dinas Kesehatan, Sekretariatan Daerah, kebersihan, Satpol PP untuk dilakukan kajian ulang. Perlu ada pengurangan. Agar beban APBD tak berat,"ujarnya, Selasa (18/9/2018).

"Tapi untuk guru honorer itu sangat dibutuhkan. Karena PNS guru kurang. Satu sekolah dasar bisa hanya satu PNS. Ini potret guru honorer itu sangat minim. Makanya, kita beri pengecualian untuk tidak menghapus guru honorer,"tambahanya.

Sementara Sekretaris Daerah Simalungun Gideon Purba menolak memberikan pengecualian kepada guru honorer. Bahkan katanya, akan melakukan penghapusan honorer di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Semua Honorerlah. Guru kenapa rupanya. Kalau mau tebas, tebas semua. jangan milih-milih,"katanya.

Gideon juga mengungkapkan tengah berkordinasi dengan legislatif untuk perosalan anggaran honorer dalam Perubahan APBD 2017.

Seperti diketahui, sebanyak 1.502 guru honorer di Simalungun belum menerima gaji dari Juni 2018 hingga September 2018. Selain tak terima gaji, Pemkab Simalungun juga memangkas gaji guru dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta per bulan.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved