Si Kembar Ivo dan Evo Begadang Temukan Alternatif Penjernih Danau Toba, Hasilnya Menakjubkan!

Ivonia R Hutajulu dan Evonia R Hutajulu masih berusia 15 tahun, peka terhadap persoalan yang menimpa Danau Toba akhir-akhir ini.

Si Kembar Ivo dan Evo Begadang Temukan Alternatif Penjernih Danau Toba, Hasilnya Menakjubkan!
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Si Kembar Ivo dan Evo 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULIUTARA -Jauh di pelosok negeri, berdomisili di Pedalaman Tapanuli Utara bukan menjadi ukuran menghambat kreatifitas.

Dalam segala keterbatasan fasilitas, gadis kembar asal Silakkitang Taput sudah mampu memberikan sumbangsih untuk negeri.

Persoalan kelestarian Danau Toba kini sedang menjadi perbincangan, bahkan baru-baru ini Menko Maritim menggandeng tiga Lemba untuk meneliti air Danau Toba.

Menyikapi persoalan di Danau Toba, Ivonia R Hutajulu dan Evonia R Hutajulu masih berusia 15 tahun, peka terhadap persoalan yang menimpa Danau Toba akhir-akhir ini.

Siswi SMA N I Tarutung ini berhasil menciptakan solusi. Tidak tanggung, keduanya telah membuktikan dan melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah Science Expo 2018 SMA Unggul DEL milik Luhut Binsar Panjaitan itu mereka keluar sebagai pemenang.

Tulisan “Unte Pangir/Jeruk Purut (Citrus hidryx DC) mengantar mereka ke panggung kehormatan perlombaan bergengsi tersebut dan berhasil menyandang juara I pada Senin 17 September 2018 lalu. Memakai "unte pangir" zat-zat protein dan limbah cair organik dalam air akan diendapkan oleh senyawa tannin, saponin, dan falvanoid yang dikandung kulit buah dan daun unte pangir.

"Minyak atsiri pada unte pangir dapat berperan sebagai antibakteria alami dan memberi aroma yang lebih segar pada air yang tercemar," kata Ivo Hutajulu berbincang dengan Tribun di Tapanuli Utara, Rabu (19/9/2018).

Keunikan penemuan Gadis kembar pasangan Daslon Hutajulu dan Lumongga Silalahi ini tidak saja sekedar upaya penjernihan. Temuan ini bahkan mencakup pelestarian Budaya Batak.

Apalagi, di era saat ini katanya jeruk purut sering diidentikkan dengan hak yangg tidak baik, atau berhala. Padahal unte Pangir (Citrus hidryx DC) bukan tanaman yang asing lagi di daerah Sumatera Utara, khususnya bagi orang Batak di kawasan Toba.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved