KPUD Karo Tetapkan 341 Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota Legislatif Pileg 2019

Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem, mengungkapkan hasil tersebut didapat setelah dilakukan beberapa verifikasi.

KPUD Karo Tetapkan 341 Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota Legislatif Pileg 2019
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Ilustrasi penetapan DCT. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo, menetapkan sebanyak 341 calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang akan bersaing pada Pemilihan Legislatif 17 april mendatang.

Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem, mengungkapkan hasil tersebut didapat setelah dilakukan beberapa verifikasi.

"Saat ini KPU sudah menetapkan daftar calon tetap sebanyak 341 calon dari 16 partai politik yang ikut pada pemilihan legislatif menjadi anggota DPRD Kabupaten Karo," ujar Benyamin usai rapat penetapan daftar calon tetap (DTC), di Aula KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Kamis (20/9/2018).

Dirinya menambahkan, sebelumnya KPU telah mendata dan menetapkan calon sementara sebanyak 344 calon. Namun, setelah melakukan beberapa verifikasi, ada tiga calon yang tidak lolos menjadi calon anggota dewan. Menurut keterangannya, ketiga calon tersebut tidak lolos karena tidak dapat menunjukkan surat keputusan pemberhentian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Atau pekerjaan lain yang berpenghasilan dari anggaran negara.

"Awalnya KPU mengumumkan ada 342 daftar calon sementara, kemudian ada dua calon yang diakomodir oleh Bawaslu, sehingga daftar calon menjadi 344. Jadi ada tiga yang tidak lolos dari DCS ke DCT," katanya.

Sementara untuk calon yang terjerat hukum, seperti korupsi yang saat ini sedang ramai, dirinya memastikan tidak ada. Selain korupsi, ia juga mengatakan para calon dewan bebas dari kasus hukum lainnya. Namun jika nantinya ditemukan ada calon yang terjerat hukum, dirinya memastikan calon tersebut akan diproses.

"Sesuai dengan ketentuan, untuk yang terjerat kasus korupsi tidak masalah. Namun untuk asusila dan narkoba, kalau ada masalah tentunya akan kita tuntaskan sesuai dengan peraturan yang ada," ujar pria berkumis itu.

Setelah ditetapkannya siapa saja yang akan bersaing di Pileg, selanjutnya memasuki proses kampanye. Benyamin menjelaskan untuk waktu kampanye sendiri mulai dari 23 September sampai dengan 13 April 2019. Ia juga mengatakan, nantinya KPU akan menyerahkan alat peraga kampanye seperti baliho dan spanduk.

"Nantinya alat peraga kampanye akan kami sediakan. Untuk itu kami berharap kepada para pengurus partai politik segera mungkin menyampaikan designnya," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved