Sipir Pemasok Narkoba di Lapas Dipecat Usai Kasusnya Berkekuatan Hukum Tetap

Karena dia sudah ditahan maka tunjangan kinerja dan tunjangan makan tidak lagi diberi alias dihentikan.

Sipir Pemasok Narkoba di Lapas Dipecat Usai Kasusnya Berkekuatan Hukum Tetap
Tribun Medan / Indra
Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Maredi Sutrisno yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)karena terlibat jaringan narkoba. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Kadivpas Kemenkumham Sumut, Abdul Haris yang dikonfirmasi mengatakan kalau sebenarnya ia dan Kakanwil sempat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Lapas Lubukpakam pada Minggu, (16/9/2018) siang.

Sementara penangkapan terhadap pegawai Lapas, Maredi Sutrisno dilakukan pada malam harinya oleh BNN Pusat.

Abdul Haris mengatakan saat dilakukan Sidak yang ditemukan adalah beberapa handpone dari kamar wargabinaan. Atas kasus ini katanya sudah diinstruksikan oleh Kakanwil agar para Kalapas dapat melakukan pengetatan di pintu pemeriksaan.

"Karena dia sudah ditahan maka tunjangan kinerja dan tunjangan makan tidak lagi diberi alias dihentikan. Nanti kalau sudah keluar vonisnya baru dia dipecat. Siang kita sidak malamnya dia ketangkap itu. Udah target BNN kemungkinan. Dia itu rupanya sebagai jembatan untuk memasukkan barang ke Lapas," kata Abdul Haris.

Informasi pertama penangkapan Maredi ini pertama kali dibenarkan oleh Kalapas Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Prayer Manik. Ia menyebut Maredi Sutrisno yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga pintu utama Lapas.

Malam Ini Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres, Gerindra Mengaku Diuntungkan Bila Hal Ini .

Sosok Pramugari Cantik Boru Batak yang Digoda Hotman Paris di Pesawat Emirates Airlines

Gatot Nurmantyo Menyasar Panglima TNI dan KSAD: Paling Copot Jabatan bukan Copot Nyawa

Netizen Heboh Lihat Tagihan Makan Malam Mewah Senilai Rp 800 Juta

"Iya memang betul ditangkap BNN. Sebenarnya dia itu sedang dalam menjalankan tugas di Lapas. Dia masuk shif malam bekerja mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 07.00. Saya lihat dari CCTV pukul 21.51 WIB dia itu pergi keluar. Ya memang harusnya tidak boleh seperti itu dan dia harus tetap stanbay di Lapas. Dia pergi ke Tanjung Morawa tanpa kordinasi. Kalau kasusnya yang lebih tau pihak BNN lah," ujar Prayer.

Diduga korban Perampokan, Suwito Ditemukan Hampir Tenggelam di Parit, Tangan dan Kaki Diikat

Maki-maki Pembantunya di Taman Bermain Anak, Majikan Asal Cina Dianggap Keterlaluan

Pasang Tengkulok di Kepala Wakil PN Medan, Akhyar Nasution Minta Hakim Tahan Godaan

Sebagian pernyataan Prayer itupun sempat diralatnya pada Jum,at, (21/9/2018). Prayer meralat setelah tribun-medan.com mengkonfirmasi ulang terkait rekaman CCTV Lapas yang beredar di grup whats app wartawan mengenai detik-detik penangkapan Maredi di area teras depan Lapas Lubukpakam.

Brigjen Pol Mardiaz Kusin Resmi Jabat Wakapolda Sumut

Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2018 Diikuti Ratusan Peserta dari Delapan Negara

Pria Ini Tega Rudapaksa Pacarnya karena Tidak Terima Hubungan Asmaranya Berakhir

"Iya penangkapannya diteras. Mungkin sudah target BNN memang," kata Prayer.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved