Diduga Cabuli dan Bunuh Siswi SD di Karawang, Pelakunya Ditangkap di Kota Binjai, Ini Krnologisnya

Antoni mengakui telah menghabisi nyawa RA (11) siswi kelas 6 SD tersebut dan mencoba melakukan pencabulan.

Diduga Cabuli dan Bunuh Siswi SD di Karawang, Pelakunya Ditangkap di Kota Binjai, Ini Krnologisnya
KOMPAS.com/FARIDA FARHAN
Antoni (34) pelaku pembunuh Ririn Agustin (11) ditangkap di Binjai, Sumatera Utara. Selanjutnya Antoni dibawa ke Karawang dengan KA Singosari jurusan Pasar Senen-Blitar, Jumat (21/9/2018). 

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku (Antoni ) mengakui telah menghabisi nyawa RA (11) siswi kelas 6 SD tersebut dan mencoba melakukan pencabulanKorban (RA) menolak dan hendak berteriak. Karena panik, tersangka (Antoni) kemudian mencekik korban hingga tewas. Kepala korban juga sempat terbentur."

--------------Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya--------------

Antoni (34) pelaku pembunuh Ririn Agustin (11) ditangkap di Binjai, Sumut. Antoni dibawa ke Karawang dengan KA Singosari jurusan Pasar Senen-Blitar, Jumat (21/9/2018).
Antoni (34) pelaku pembunuh Ririn Agustin (11) ditangkap di Binjai, Sumut. Antoni dibawa ke Karawang dengan KA Singosari jurusan Pasar Senen-Blitar, Jumat (21/9/2018). (KOMPAS.com/FARIDA FARHAN)

TRIBUN-MEDAN.COM - Antoni (34), pembunuh RA (11) disangkakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. 

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, Antoni mengakui telah membunuh RA di rumah kontrakan yang ia sewa.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara," kata Slamet, di Karawang, Jawa Barat, yang dilansir dari Kompas.com, Sabtu (22/9/2018).

Slamet mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan tersangka melakukan tindak pidana lain.

Jika terbukti, pelaku bisa disangkakan pasal sesuai aturan berlaku.

"Kami masih melakukan pemeriksaan. Kami masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik, mendalami keterangan saksi-saksi, untuk kemudian dicocokkan dengan bukti awal yang kami temukan," ujarnya.

Apabila terindikasi adanya perencanaan, maka yang bersangkutan bisa dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal semumur hidup atau hukuman mati.

Apalagi, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah menghabisi nyawa siswi kelas 6 SD tersebut dan mencoba melakukan pencabulan.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help