News Video

Ferdinand: SBY Walk Out dari Deklarasi Kampanye Damai karena Massa Pendukung Jokowi

Awalnya SBY datang ke acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menggunakan pakaian adat dari Suku Banjar

Ferdinand: SBY Walk Out dari Deklarasi Kampanye Damai karena Massa Pendukung Jokowi
Tribun Medan
Kolase foto Ferdinand Hutahaean dan SBY 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih walk out dari Deklarasi Kampanye Damai dalam rangka Pemilu 2019, Minggu (23/9/2018).

Hal ini membuat kaget beberapa pihak, awalnya SBY datang ke acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan menggunakan pakaian adat dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan.

Sementara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggunakan pakaian adat Melayu Riau dan Edhie Baskoro Yudhoyono menggunakan pakaian adat Palembang, Sumatera Selatan.

Terkait walk out SBY, politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara.

Tonton video pernyataan Ferdinand;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Baca: SELAMAT! Anthony Ginting Juara China Open 2018, Semua Jagoan Juara Dunia Tumbang

Baca: Daftar CPNS 2018: Cek 5 Jurusan yang Paling Berpeluang Besar untuk Lolos, 3 Hari Lagi Resmi Dibuka

Baca: Video Suasana Deklarasi Kampanye Pemilu Damai: No Hoaks, SARA dan Politik Uang

Baca: Momen Salaman AHY dengan Megawati Jadi Sorotan, Pertanda Hubungan SBY-Megawati Membaik?

Ia menyebut aksi SBY dilatarbelangi karena sikap dari para relawan Joko Widodo.

"Salam, selamat pagi. Kami kecewa betul dengan deklarasi kampanye damai yang dilakukan oleh KPU. Sebelumnya, KPU menyerahkan edaran kepada kami, seluruh partai dan calon presiden untuk tidak membawa alat peraga karena sudah disediakan. Namun fakta di lapangan partai-partai pendukung Pak Jokowi membawa alat peraga kampanye dan relawan-relawan Pk Jokowi hadir di lokasi," ucap Ferdinand Hutahaean.

"Paling membuat kami kecewa adalah ketika rombongan mobil karnaval yang ditumpangi Pak SBY dan Zulfikli Hasan secara tidak menyenangkan didekati dan didesak oleh rombongan pedukung Pak Jokowi yang membawa bendera Projo berteriak-teriak menyatakan dukungannya kepada capres yang mereka dukung ini sangat menggangu karena deklarasi kampanye damai ini bukan ajang untuk berkampanye tetapi telah dipergunakan sebagai ajang kampanye," tambahnya lagi.

Sekadar infotmasi, pada Pilpres 2019 mendatang pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin mendapat nomor 01, sementara pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendapat nomor 02.

(hen/tribun-medan.com)

TONTON VIDEO LAIN;

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved