Guru Honorer Tuntut Gaji, Ketua DPRD Simalungun: Kalau Begini Caranya Capek Aku!

Johalim mengatakan pihaknya tengah membahas anggaran yang ditampung bagi guru honorer hingga satu bulan ke depan.

Guru Honorer Tuntut Gaji, Ketua DPRD Simalungun: Kalau Begini Caranya Capek Aku!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba saat menemui pendemo dari guru honorer dan Dinas Kesehatan di Gedung DPRD Simalungun, Selasa (25/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba terkesan marah-marah menghadapi massa pendemo.

Politisi Demokrat ini sempat mengaku capek menghadapi massa guru honorer yang datang menuntut gaji yang tak dibayarkan selama Juni hingga sekarang.

Johalim mengatakan pihaknya tengah membahas anggaran yang ditampung bagi guru honorer hingga satu bulan ke depan.

"Sekarang kami saatnya membahas nasib kalian. Rapat kami terus mundur. Karena ini soal pendapatan. Tahapan belum sampai, kalian sudah datang. Kalau begini caranya capek aku," kata Johalim di depan Gedung DPRD Simalungun, Selasa (25/9/2018).

Johalim yang mengenakan jas dan kacamata mengatakan pihaknya tengah membahas nasib guru honorer dapat dipertahankan atau tidak. Sebab, Pemkab Simalungun yang dipimpin JR Saragih tengah krisis Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jangan nangis. Nangis tidak menyelesaikan masalah. Dengarkan saya. Di tengah jalan tiba-tiba kalian datang. Tahapan itu belum sampai kalian sudah memaksa kami," ujarnya.

Sikap emosi Johalim mendapatkan respon dari massa yang didominasi kaum ibu-ibu. Massa yang menggunakan batik korpri dan baju medis menilai Johalim sebagai Ketua Dewan tidak etis bersikap seperti itu.

"Jangan marah-marahlah, pak. Kami saja tak dibayar tak capek. Lalu, kami panas-panasan di sini tidak capek,"ujar pendemo.

Amatan tribun-medan.com, para honorer yang meliputi guru dan tenaga kesehatan turut menyanyikan lagu Hymne Guru. Pendemo juga ada yang tengah hamil dan membawa anak.

Seperti diketahui, guru honorer kembali menuntut gaji yang belum dibayarkan pascakeluarnya surat edaran pemotongan gaji dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta per bulan. Forum Guru Honorer bersama dengan Honorer Kesehatan Simalungun melakukan demo mulai dari Kantor Bupati hingga ke Kantor DPRD Simalungun.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Simalungun Gideon Purba memastikan berencana akan menghapus honorer di Kabupaten Simalungun. Gideon pun tak memberikan pengecualian terhadap guru honorer.

"Kenapa rupanya guru? Kalau mau tebas-tebas semua," kata Gideon saat dimintai tanggapannya terhadap permintaan DPRD memberikan pengecualian kepada guru.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved