Zainuddin Mars Ibaratkan Pemilu Seperti Orang Berumah Tangga

Dengan begitu semuanya telah sepakat untuk sama-sama menjaga situasi aman.

Zainuddin Mars Ibaratkan Pemilu Seperti Orang Berumah Tangga
TRIBUN MEDAN/HO
Sekretaris DPD PAN Deliserdang, Iskandar menandatangani deklarasi damai, aman dan sejuk yang disaksikan oleh Kapolres serta Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Selasa (25/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan

Sipahutar TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Partai Politik (Parpol) beserta dengan perwakilan para anggota Calon Legislatif (Caleg) DPRD Deliserdang bersama-sama mengucapkan Deklarasi Pemilu 2019 damai, aman dan sejuk yang diselenggarakan oleh Polres Deliserdang  di gedung balairung Pemkab Selasa, (25/9/2018).

Selain mengucapkan kalimat mereka juga bersedia menandatangani pernyataan yang telah dibuat. Dengan begitu semuanya telah sepakat untuk sama-sama menjaga situasi agar pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 berjalan dengan lancar.

Diacara ini Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars sempat mengingatkan kepada semua yang hadir. Disebut kegiatan ini jangan hanya sebagai kegiatan seremonial saja. Jangan karena pilihan berbeda masyarakat terpecah belah. Saat itu ia pun memberi gambaran tentang bagaimana kehidupan seseorang selama ini.

“ Ya kan sama ibarat suami milih istrinya, atau sebaliknya. Mau dia milih gemuk, gendut ngapain kita berkelahi. Biarkan saja dengan pilihan masing-masing, enggak usah berkelahi. Ini memang amanah undang-undang untuk memilih pemimpin 5 tahun sekali. Enggak usah saling mengejek dengan menyebut partai ini bagus, partai ini enggak bagus. Banyak kan (orang) besok di partai ini besoknya (pindah) ke partai lain,”ujar Zainuddin Mars dengan nada lantang.

Kata sambutan yang diucapkan Zainuddin Mars ini pun saat itu banyak membuat orang bertepuk tangan. Zainuddin mengajak dari pada saling ejek karena perbedaan ia mengajak untuk sama sama mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas dan menjadi bangsa yang maju serta tidak kalah berkompetisi dengan bangsa lain. Ia mengatakan jika semuanya sibuk dengan pertengkaran tentu akan menghambat Indonesia menjadi lebih maju. “ Mari adu gagasan, mari kita lahirkan konsep membangun bangsa ini,”kata Zainuddin.

Sementara itu Kapolres Deli Serdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan mengharapkan agar semua pihak kedepannya dapat menyatukan tekat dan komitmen bersama dalam melawan dan menghindari terjadinya fitnah, SARA, ujaran kebencian dan politik uang.  “ Jika hal itu sudah dilakukan tentu penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kabupaten Deliserdang dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk,”kata Eddy.

Ketua KPU Deliserdang, Timo Dahlia Daulay diacara ini juga banyak menyampaikan pesan. Disebut tanggungjawab untuk membuat Pemilu aman, damai dan sejuk bukanlah semata tanggungjawab peserta pemilu saja namun semua pihak. Sebagai penyelenggara, ia menyebut KPU akan memfasilitasi peserta pemilu mengenai lokasi tempat kampanye dan untuk hal alat peraga kampanye. Dirinya pun berharap agar para Caleg dapat memasang alat peraga kampanye dengan berkordinasi sama partainya. Menurutnya itu sangat perlu agar tidak terjadi pelanggaran dan selanjutnya disita oleh Bawaslu.

“ Untuk desain alat peraga kampanye bisa juga kita fasilitasi, biar kita sepakati dulu konsep untuk desainnya. Ketika kampanye yang disampaikan adalah hal yang positif. Politik identitas tolong ditinggalkan. Untuk batas waktu kampanye terakhir ingat sampai tanggal 13 April 2019, ada 21 hari untuk waktu kampanye akbar. Jangan curi start. Dalam kampanye ada nominal paling besar gak boleh dari 60 ribu akumulasinya. Contohnya ketika kaos, topi dan paung dibagikan akumulasinya tidak boleh dari harga Rp 60 ribu. Kalau diatas itu ada indikasi money politik dari Bawaslu,”kata Timo. (dra/tribun-mddan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help