Mengambil Foto Artis hingga Pemimpin Negara, Begini Cerita WS Pramono

Ia menceritakan, awalnya, ia memulai karirnya dengan menjual mobil ayahnya dan ditukar dengan peralatan kamera.

Mengambil Foto Artis hingga Pemimpin Negara, Begini Cerita WS Pramono
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
WS Pramono saat mengisi seminar di Gelanggang Mahasiswa USU, Kamis (27/9/2018). Ia adalah seorang fotografer komersil yang sudah menangani banyak klien dari dalam dan luar negeri, termasuk pemimpin negeri ini, Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Workshop #mulaisuksesmu yang diselenggarakan oleh Intel berlangsung meriah. Puluhan mahasiswa mengikuti acara ini dan mendapatkan kesempatan belajar fotografi langsung dari ahlinya di Gelanggang Mahasiswa USU, Kamis (27/9/2018).

Fotografer yang mengisi seminar tersebut adalah WS Pramono. Ia adalah seorang fotografer komersil yang sudah menangani banyak klien dari dalam dan luar negeri, termasuk pemimpin negeri ini, Joko Widodo.

WS Pramono membagikan pengalamannya selama masuk ke dunia fotografi. Ia menceritakan, awalnya, ia memulai karirnya dengan menjual mobil ayahnya dan ditukar dengan peralatan kamera.

"Pasti kena marahlah. Cuma saya bilang sama ayah saya untuk percaya pada saya. Dan saya akan buktikan padanya bahwa saya akan memberikan yang terbaik," ungkapnya.

Pertama kali dia memulai fotografi adalah dibidang makanan. Alasannya karena dia suka makan. Dari situ, ia selalu terus belajar, hingga dipercaya menjadi fotografer acara pernikahan para artis.

Tidak berhenti sampai disitu, ia juga menjadi kepercayaan banyak pebisnis untuk melakukan sesi pemotrotan pada produk buatan mereka. Pemotretan itu pun melibatkan artis papan atas seperti Afgan, Pevita Pearce, Anggun, hingga deretan artis terkenal lainnya.

"Saat ini saya juga sedang suka mengambil foto potrait. Yang membuat saya tertarik pada foto potreit karena foto jenis ini mengedepankan ekspresi dan detail dari objek foto, misalnya ekspresi wajah," tuturnya.

Ia membagikan tips dan trik pengambilan gambar pada mahasiswa yang datang. Menurutnya yang terpenting adalah selalu mengasah skill.

Pramono menuturkan, sebenarnya fotografer itu ada dua, yakni mengambil foto karena hobi dan yang sudah menjadikan fotografi sebagai profesi.

Ia mengatakan kepada para mahasiswa, jika fotografi masih sebatas hobi, sebaiknya asah saja kemampuan mengambil gambar di segala bidang, misalnya, makanan, potrait, wedding dan lainnya.

"Fotografer yang profesional biasanya sudah punya kontrak dan ada yang mengatur. Jadi ketika ada klient yang ingin tema seperti apapun, kalian sudah bisa menerimanya karena skill kalian sudah diasah sebelumnya," ungkap founder Indonesian Community Strobist ini.

Selain itu menurutnya seorang fotografer harus memiliki etika yang baik. Karena dibutuhkan etika untuk membuat orang lain nyaman bekerja sama. Dan harus mempunyai ide-ide yang tak biasa dilakukan orang lain, misalnya membuat yang tak mungkin menjadi mungkin.

"Dan selalu tanamkan di dalam diri kalian tidak ada kata tidak untuk pelanggan. Sekalipun kalian tidak suka sama orang yang akan kalian foto, harus terus melakuakan yang terbaik. Karena itu menunjukkan profesionalisme kalian," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved