Banjir di Lokasi Wisata Sidebuk-debuk, Lihat Foto-foto Pengunjung Terpaksa Dorong Sepeda Motor

Tentu sangat mengganggu wisatawan. Terlebih bagi pengunjung yang berasal dari daerah yang cukup jauh seperti dirinya.

Banjir di Lokasi Wisata Sidebuk-debuk, Lihat Foto-foto Pengunjung Terpaksa Dorong Sepeda Motor
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengunjung Wisata Sidebuk-Debuk, mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir yang menggenangi akses jalan di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Akses jalan menuju objek wisata Sidebuk-debuk, yang berada di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, terendam banjir, Minggu (30/9/2018). Akibatnya, puluhan pengunjung yang nekat menerjang genangan air setinggi 30 sampai 50 cm tersebut, terpaksa mendorong sepeda motornya karena mogok.

Seorang pengunjung Ali Hafid, mengaku motornya mogok setelah dirinya memaksa menerobos banjir. Pria asal Jogja itu mengungkapkan, dirinya kaget melihat genangan air yang cukup tinggi di jalan utama menuju pemandian air panas tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, dirinya mengatakan tentu sangat mengganggu wisatawan. Terlebih bagi pengunjung yang berasal dari daerah yang cukup jauh seperti dirinya.

Pengunjung Wisata Sidebuk-Debuk, mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir yang menggenangi akses jalan di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/9/2018)
Pengunjung Wisata Sidebuk-Debuk, mendorong sepeda motornya yang mogok akibat banjir yang menggenangi akses jalan di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/9/2018) (TRIBUN MEDAN/M NASRUL)

"Tadi saya paksa bawa motornya lewat banjir, jadi mogok gini. Padahal tadi kita ke sini belum ada banjirnya. Tentunya terganggu lah, kan jadi susah kalau gini," ujar Ali.

Pantauan www.tribun-medan.com, selain menyebabkan puluhan motor wisatawan yang mogok. Akibat banjir itu, juga menjadikan lalu-lintas di kawasan tersebut macet sejauh ratusan meter.

Seorang warga sekitar Pramudianta Bangun, menyebutkan kondisi tersebut sudah berlangsung selama lima tahun terakhir. Ia juga mengungkapkan warga harus berhadapan dengan banjir setiap kali hujan mendera kawasan pariwisata itu.

Banjir yang menggenangi akses jalan di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/9/2018)
Banjir yang menggenangi akses jalan di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/9/2018) (TRIBUN MEDAN/M NASRUL)

"Wah ini setiap hujan minimal satu jam, langsung banjir di sini. Mulai dari jam dua tadi lah banjirnya ini," katanya.

Diketahui, sebagian wilayah Kabupaten Karo dilanda hujan yang cukup deras mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Dirinya juga mengatakan, banjir ini diakibatkan saluran drainase yang kurang bagus.

"Saluran air di sini pun sudah tidak bagus, seperti ada patahan gitu pipanya, dan sudah tertutup batu sama sampah," ucapnya.

Dirinya menambahkan, keadaan tersebut diperparah dengan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kondisi jalan. Ia mengungkapkan, semenjak pos retribusi masuk ke pemandian Sidebuk-Debuk berpindah sedikit ke dalam, jalan tersebut semakin tidak mendapat perhatian.

"Semenjak pos retribusi pindah ke dalam, Jalan ini sudah kurang diperhatikan lagi. Padahal ini kan akses ke tempat wisata, masa seperi ini. Tapi yang lebih parah kami lah warga yang setiap hari lewat jalan sini," ungkapnya.

Dirinya berharap, ke depan pemerintah dapat segera mengatasi masalah yang datang setiap hujan deras tersebut. Terlebih tempat wisata itu, dekat dengan perbatasan antara Kabupaten Karo dan Kabupaten Deliserdang. Yang nantinya dapat memberikan kesan dan pandangan kurang baik terhadap Karo sendiri.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved