Begini Penjelasan Camat Mengapa Dua Jam Hujan Lubukpakam Banjir!

Camat Lubukpakam, Khairul Harahap berdalih banjir bisa terjadi lantaran hujan begitu lebat.

Begini Penjelasan Camat Mengapa Dua Jam Hujan Lubukpakam Banjir!
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga Lubukpakam berjalan pelan, karena jalan yang ia lewati tergenang air Minggu, (30/9/2018).

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Warga yang tinggal di Kota Lubukpakam mengkritisi kinerja Pemkab Deliserdang yang dianggap belum dapat secara baik mengatasi persoalan banjir.

Kejadian banjir terakhir terjadi pada Minggu, (30/9/2019). Saat itu hanya dalam hitungan dua jam hujan banjir sudah melanda beberapa kawasan di Kota Lubukpakam di antaranya Jalan Kartini, Jalan Karya Bakti dan Jalan Agus Salim.

Camat Lubukpakam, Khairul Harahap berdalih banjir bisa terjadi lantaran hujan begitu lebat. Meski diakuinya hujan terjadi dalam jangka waktu dua jam namun air sungai juga dalam keadaan naik. Karena inilah kemudian air dari kawasan Kota tidak dapat terbuang.

" Karena hujan begitu deras kemarin mamanya parit juga enggak sanggup lantaran air sungai naik juga. Jadi berlawanan saat mau ke sungai. Luncuran di hilir yang sekarang mau kita cek. Supaya air sungai kalau hujan deras bisa cepat,"kata Khairul Senin, (1/10/2018).

Khairul menjelaskan hujan mulai turun hari Minggu pukul 11.00 hingga pukul 13.00 WIB. Dari pengamatannya lokasi banjir yang paling parah dirasakan oleh warga yang tinggal di Jalan Kartini Kelurahan Lubukpakam III. Ketinggian air pun disebut hampir setengah meter saat itu.

" Jadi hari Senin sudah tidak ada lagi yang banjir. Malamnya pukul 19.00 Kades dan Lurah sudah informasikan air sudah mula surut dan pukul 21.00 air sudah kering. Upaya pemerintah sekarang ini ya melakukan normalisasi pembuanganlah, supaya jangan kejadian lagi,"kata Khairul.

Saat banjir terjadi warga Lubukpakam kecewa dengan sikap Pemkab. Salah satu warga, Ahmad mengatakan sudah belasan tahun rumahnya tidak lagi kebanjiran sebenarnya. Ia heran mengapa banjir bisa terjadi pada saat ini karena berulang kali perbaikan saluran irigasi dilakukan oleh Pemkab sepengetahuannya.

"Ya capek bersihkan rumah kemarin enggak pernah lagi banjir padahal sudah belasan tahun tapi sekarang kejadian lagi. Masuk ke dalam rumah bisanya airnya padahal hujannya cuma sebentar. Terakhir ya rumah kami ini paling banjir tahun 2000an. Kecamatan ataupun dari Kecamatan harus perhatikan baik-baik lah irigasi air di Lubukpakam ini supaya jangan kejadian lagi,"ujar Ahmad warga Jln Karya Bakti Lubukpakam.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved