Cabai Merah Sumbang Inflasi Terbesar di Sumut

Cabai Merah kembali menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di Sumatera Utara (Sumut)

Cabai Merah Sumbang Inflasi Terbesar di Sumut
Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, saat menjelaskan terkait inflasi di Kantor BPS Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Cabai Merah kembali menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di Sumatera Utara (Sumut) pada bulan September 2018.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, saat ditemui di Kantor BPS Sumut, mengatakan, di bulan September 2018, Cabai Merah mengalami kenaikan sebesar 15,09 persen.

“Komoditas penyebab terjadinya inflasi di Sumut secara umum selain Cabai Merah yaitu Kentang, Mie, Nasi dengan lauk, rokok, serta Sabun Deterjen. Tapi inflasi di Sumut masih cukup terkendali,” ujarnya, Senin (1/10/2018).

Ia menjelaskan, inflasi di Sumut pada bulan September 2018 sebesar 0,07 persen dan angka tersebut masih lebih besar dibandingkan nasional, karena nasional di September terjadi deflasi 0,18 persen.

“Dari 0,07 persen inflasi Sumut tersebut disumbangkan oleh tiga kota yaitu Sibolga 0,79 persen, Medan 0,09 persen dan Padangsidempuan 0,04 persen. Satu kota  di Sumut yang terjadi deflasi yaitu di Pematangsiantar 0,24 persen,” jelasnya.

Ia menerangkan, artinya inflasi di Sumut secara tahunan dan tahun kalender masih jauh di bawah inflasi nasional. Sehingga inflasi di Sumut masih sangat terkendali.

“Inflasi pada bulan September 2018 menyebabkan laju inflasi year on year atau bulan September

2018 terhadap bulan September 2017. Sementara itu, inflasi year on year gabungan empat kota IHK di Sumut,” terangnya.

Ia menuturkan, sementara itu, pada bulan September Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Inflasi di Medan terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks lima kelompok pengeluaran,” terangnya.

“Kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,78 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,04 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen,” tuturnya.

Ia mengatakan, sementara itu kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,23 persen dan kelompok sandang sebesar 0,09 persen.

“Pada September 2018 kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,13 persen dan kelompok perumahan, air,clistrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan menyumbang deflasi sebesar 0,06 persen,” katanya.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help