Tujuh Tenaga Honorer Dinas Pariwisata Karo Diduga Pungli, Ini Penjelasan Polres Karo

ketujuh orang yang bertugas mengutip retrebusi objek wisata pemandian air panas di Desa semangat itu, diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli).

Tujuh Tenaga Honorer Dinas Pariwisata Karo Diduga Pungli, Ini Penjelasan Polres Karo
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kasat Reskrim Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan (kiri), didampingi Kanit IV Judisila Iptu Dedy Ginting (kanan), memberikan keterangan di depan ruang Reskrim Polres Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe (1/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Tujuh orang pegawai honorer dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, terpaksa diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Tanah Karo, Minggu (30/9/2018) malam.

Pasalnya, ketujuh orang yang bertugas mengutip retrebusi objek wisata pemandian air panas di Desa semangat itu, diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli).

Diketahui, para pegawai honorer yang diamankan berinisial NP (39), SRG (24), RS (47), RP (49), AP (19), JS (30), dan AG (34).

Kasat Reskrim Polres Karo Akp Ras Maju Tarigan SH, membenarkan pihaknya telah melakukan penindakan terhadap pegawai honorer tersebut. Ia mengungkapkan, penangkapan kali ini berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar objek wisata yang berdekatan dengan Gunung Sibayak itu.

"Benar kita ada melakukan penindakan terhadap petugas retribusi wisata dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo sekira pukul 20.00 WIB. Kita dapat informasi dari masyarakat, bahwa di situ sering ada pengutipan yang diduga liar," ujar Ras Maju Tarigan, di Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (1/10/2018).

Tarigan melanjutkan, saat personelnya melakukan pengecekan ke lokasi, benar ditemukan adanya petugas yang sedang mengutip uang masuk. Saat itu, juga ditemukan uang puluhan juta yang diduga hasil kutipan dari pengunjung. Kemudian, seluruh tenaga honorer yang berada di pos retribusi tersebut, langsung diamankan ke Polres Tanah Karo.

"Saat penindakan, kita temukan barang bukti kurang lebih 20 juta rupiah, dan potongan-potongan tiket masuk yang telah diberikan kepada pengunjung," katanya.

Saat ini, ketujuhnya telah diamankan di Polres Tanah Karo, dan masih ditetapkan sebagai saksi. Setelah satu kali 24 jam, nantinya seluruhnya harus dijamin, selanjutnya melakukan wajib lapor ke Sat Reskrim Polres Karo selama dua kali satu minggu.

Ia juga menjelaskan, untuk sementara pihaknya masih melakukan penyelidikan. Karena dilakukan penindakan, ketujuhnya beralasan menjalankan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2012, tentang izin mengutip retrebusi jasa umum.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved