Dibuang ke Kolam, Polisi Rekonstruksi Janda Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan

janda berusia 43 tahun ini dengan sadis membuang anak yang baru saja ia lahiran ke dalam sebuah kolam.

Dibuang ke Kolam, Polisi Rekonstruksi Janda Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan
TRIBUN MEDAN/HO
Reka ulang pembunuhan seorang bayi yang baru lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Selasa (2/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Imel Hutabarat (43), warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara kini mendekam dibalik jeruji Polres Tapanuli Utara (Taput).

Pasalnya janda berusia 43 tahun ini dengan sadis membuang anak yang baru saja ia lahiran ke dalam sebuah kolam.

Kasian tersebut terjadi di Salon Ria di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten, Tapanuli Utara pada Senin (16/7/2018) sekitar pukul 23.30 WIB, lalu.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan melalui Kasatreskrim Polres Tapanuli Utara, AKP Hendro , benar telah terjadi tindak pidana seorang ibu yang menghilangkan nyawa baby nya.

Pelapor merupakan seorang oknum Polisi bernama Mistranius Purba dengan bukti laporan polisi, nomor:LP/221/VII/2018/SPKT/SU/RES TAPUT, tanggal 19 Juli 2018.

"Jadi pelaku sudah kami amankan dan hari ini, Selasa (2/10/2018) kami melakukan rekonstruksi kejadian. Untuk motifnya sendiri pelaku nekat habisi nyawa baby yang baru dilahirkannya karena hubungan gelap, ia juga berstatus janda," ujarnya saat dihubungi Tribun Medan melalui WhatsApp.

Pelaku disangkakan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI NO. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHPidana.

"Adapun rekonstruksi kejadian yakni, tersangka berdiri di pintu kamar mandi, lalu ia jongkok dan melahirkan. Setelah itu tersangka melihat pisau silet yang terletak di lantai kamar mandi. Tersangka memeotong tali pusar bayi mulai dari alat kelamin, lalu ia membuka baju yang dipakainya dan menggendong bayi tersebut sekitar 15 menit. Tersangka mengambil kantongan plastik dekat pintu kamar mandi dan memasukkan bayi kedalam plastik," ujar kasat Reskrim.

Tersangka, lanjut kasat Reskrim, keluar dari dalam kamar mandi menuju keluar membawa bayi yang sudah dimasukkan ke dalam plastik. Tersangka tiba di kolam belakang Salon dan mengeluarkan bayi dari dalam kantongan plastik.

"Jadi tersangka tersebut membuang bayi ke dalam kolam, lalu dirinya masuk ke rumah dengan membawa kantong plastik. Lalu tersangka membersihkan tangan dan baju dan merendam pakaian bekas bungkus bayi," kata AKP Hendro.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved