Modal Bisnis Merajut Cuma Rp 150 Ribu, Lihat Begini Hasilnya

Hasil rajutan yang memiliki nilai seni lebih ini, justru oleh ibu rumah tangga kerap dijadikan sebagai peluang usaha memperoleh penghasilan tambahan.

Modal Bisnis Merajut Cuma Rp 150 Ribu, Lihat Begini Hasilnya
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Pempy Handmade, Famella Nuvianty menunjukkan beberapa produk rajutan yang ia jual, mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung modelnya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Selain menyulam dan membordir, ada lagi satu keterampilan yang kerap dilakukan para perempuan, yakni merajut. Merajut dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa benang rajut dan hakpen.

Hasil rajutan yang memiliki nilai seni lebih ini, justru oleh ibu rumah tangga kerap dijadikan sebagai salah satu peluang usaha memperoleh penghasilan tambahan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan diperlukan sebelum memulai bisnis rajutan adalah modal untuk usaha, mempunyai pengetahuan tentang cara merajut yang baik dan benar, mampu membuat pola-pola rajutan yang baru atau yang sedang tren, punya waktu luang untuk merajut, dan pintar menentukan target pasar.

Pemilik Pempy Handmade,
Famella Nuvianty mengatakan ia merintis bisnis rajutan ini karena ia menyukai craft kemudian ia belajar merajut, kursus hingga akhirnya menjadi bisnis.

"Awal usaha ini ada pada saat saya pindah dari Jakarta ke Medan, saya enggak tahu mau ngapain. Tapi memang dari dulu saya suka dengan craft, saya coba belajar merajut, ikut kursus, belajar dari youtube hingga akhirnya jadi bisnis," ujar Famella, Senin (1/10/2018).

Dulu saat masih belajar merajut, produk pertama yang Famella buat adalah bross bunga, namun kini ia sudah mampu membuat berbagai macam produk rajutan diantaranya sepatu, dompet, tas hingga kombinasi kain adat dan rajutan.

"Agar tetap eksis dalam bisnis rajutan ini, saya tetap berinovasi makanya sekarang saya sudah mulai mencoba mengombinasikan kain adat dari songket, batik, ulos dengan rajutan supaya beda dari rajutan yang lain," ucap Perempuan
Kelahiran Jakarta, 30 desember 1978 ini

Famella mengaku modal bisnis merajut ini hanya Rp 150 ribu, dan kemudian ia gunakan untuk membeli benang, jarum dan gunting. "Alhamdulillah sekarang bisnis rajutan ini lebih berkembang lagi, apalagi sekarang bisa jualan online," ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini konsumen Pempy Handmade sudah menyebar dari berbagai daerah diantaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa, dan wilayah Sumut. "Pengiriman produk tergantung konsumen, bisa dari Pos Indonesia, JNE, J&T Express, dan lainnya, ongkos kirim konsumen yang tanggung," ujar Famella

Menuturnya harga produk Pempy Handmade mulai dari harga Rp 10 ribu berupa bross kecil, dompet pandan senilai Rp 15 ribu, sepatu dan tas dibanderol Rp 125 ribu hingga Rp 600 ribuaan, tergantung modelnya.

"Mudah-mudahan bisnis rajutan ini semakin berkembang, maju dan semoga bisnis ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. Kalau kita mau berusaha pasti ada jalannya, jadi berusaha keraslah," kata Ketua Asosiasi Rajut Indonesia Wilayah Sumut ini.

(cr13/tribun-medan.com)

Caption photo:

Pemilik Pempy Handmade,
Famella Nuvianty menunjukkan beberapa produk rajutan yang ia jual, mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung modelnya.

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved