Viral Medsos

Mahfud MD Kutuk Aktor Rekayasa Kasus Ratna Sarumpaet, Sasar Fadli Zon dan Minta Polisi Bertindak

Mahfud MD mengutuk aktor-aktor politik yang merekayasa peristiwa penganiayaan Ratna Sarumpaet

Mahfud MD Kutuk Aktor Rekayasa Kasus Ratna Sarumpaet, Sasar Fadli Zon dan Minta Polisi Bertindak
Kolase
Ratna Sarumpaet dan Mahfud MD 

TRIBUN-MEDAN.COM- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD mengutuk aktor-aktor politik yang merekayasa peristiwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Menurut Mahfud MD, dirinya baru bertemu  dengan dokter ahli bedah yang mengatakan bahwa luka di kanan kiri kelopak mata Ratna Sarumpaet  itu aneh.

"Itu kita kutuk, kalau benar tetjadi. Tapi kalau hanya mainan politik ya pemainnya yang kita kutuk. Saya baru ketemu seorang dokter ahli bedah. Katanya, luka di kanan kiri kelopak mata agak aneh krn sama. Kita tunggu saja lerkembangannya," ujar Mahfud MD melalui akun twitternya.

Cuitan Mahfud MD ini untuk menjawab komentar salah satu netizen (warganet) yang mengutuk aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet.

Ketika ada netizen lain, yakni @FadhillahAisya3 yang mengatakan dokter itu bkn ahli IT yang bisa mendiagnosa dari gambaran sebuah foto, Mahfud pun langsung memberikan komentar.

"Memang, makanya dokter itu bilang aneh, bukan bilang rekayasa. Sy tetap pd pendirian: jika @RatnaSpaet benar dianiaya sekeji itu, ya, kita kutuk pelakunya dan polisi hrs menangkapnya. Tp kalau itu rekayasa mainan politik ya kita kutuk perekayasanya dan polisi hrs memeriksanya," tulis Mahfud di akun twitternya.

Setelah muncul berbagai informasi di media sosial (medsos) yang mengugatkan dugaan adanya rekayasa terhadap kasus Ratna Sarumpaet, Mahfud kemudian membuat twit lagi.

Kali ini, dia menyoroti twitt Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dianggap pertama kali memunculkan informasi bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya.

Mahfud MD meminta polisi segera menuntaskan kasus ini dan kemudian menjelaskan kepada publik kejadian yang sebenarnya.

Kepada Fadli Zon, Mahfud MD berharap memberikan pertanggungjawabkan untuk menjelaskan secara jernih duduk persoalan kasus tersebut.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved