Viral Medsos

Polisi Bongkar Kejanggalan Kasus Ratna, Ferdinand Hutahaean: Kita Buktikan Siapa yang Bohong

Ferdinand Hutahaean menyampaikan bahwa dia masih yakin bahwa Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan hingga babak belur

Polisi Bongkar Kejanggalan Kasus Ratna, Ferdinand Hutahaean: Kita Buktikan Siapa yang Bohong
Tribun Medan
Kolase foto Ferdinand dan Ratna Sarumpaet 

TRIBUN-MEDAN.com-Polda Metro Jaya telah turun tangan dan melansir hasil penyelidikan viralnya berita pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

Menurut Kepolisian, berdasarkan agenda kegiatan masyarakat Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di Jabar pada tanggal 21 September 2018 lalu.

Selain itu tidak terdapat manivest kedatangan-keberangkatan penumpang atas nama Ratna Sarumpaet pada tanggal 21 September.

Dari penyelidikan juga diketahui bahwa rekening bank atas nama anak Ratna Sarumpaet beberapa kali melakukan trasfer ke rekening Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, yaitu pada tanggal 20, 21, dan 24 September 2018.

Rekaman CCTV juga mengungkap bahwa Ratna Sarumpaet keluar RS Bina Estetika pada hari Senin, 24 September dan menggunakan Taxi Blue Bird.

Hasil penyelidikan pihak RS Bina Estetika, <a href='http://medan.tribunnews.com/tag/ratna-sarumpaet' title='Ratna Sarumpaet'>Ratna Sarumpaet</a>
Hasil penyelidikan pihak RS Bina Estetika terkait kasus Ratna Sarumpaet. (Foto: Dok. Istimewa) 

Polisi lacak pembayaran Ratna ke RS Bina Estetika untuk pelaksanaan bedah plastik
Polisi lacak pembayaran Ratna ke RS Bina Estetika untuk pelaksanaan bedah plastik (ist)
kasus ratna
Cuplikan foto foto Ratna saat jalani bedah di RS Bina Estetika Jakarta (ist)

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, <a href='http://medan.tribunnews.com/tag/ratna-sarumpaet' title='Ratna Sarumpaet'>Ratna Sarumpaet</a>

kasus ratna
Pasal yang bakal dikenakan bagi yang menyebarkan hoax soal penganiayaan Ratna. (ist)

Penyebar berita hoaks akan dikenai Pasal 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana ayat (1) dan (2), juga Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, polisi menerima empat laporan dari masyarakat yang menduga pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpart hanya hoaks.

Para pelapor meminta polisi untuk membuat jelas duduk kasus itu.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved