Terdakwa Ini Ungkap Sabusabu 1 Kg akan Dikirim ke Perbaungan

Ciri-cirinya satu berbadan gemuk dan satu lagi bertato. Mereka mengendarai sepedamotor dari Medan ke Perbaungan

Terdakwa Ini Ungkap Sabusabu 1 Kg akan Dikirim ke Perbaungan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Mengenakan kaos merah, Rahmat Siburian dan Wahyudin diadili sebagai kurir Sabusabu di PN Medan, Rabu (3/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Khairul Syafri, personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara yang menangkap Rahmat Siburian dan Wahyudin (terdakwa berkas terpisah) mengaku kepada Majelis Hakim yang dipimpin Abdul Kadir bahwa kedua terdakwa berencana mengirimkan sabusabu seberat 1.000 gram (1 kg) ke Perbaungan untuk diedarkan.

Di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan pada Rabu (3/10/2018) sore, Khairul Syafri yang bersaksi mengaku mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pemuda yang disuruh oleh Sapnah, warga Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai untuk membeli sabusabu di Medan.

"Saya dapat informasi dari masyarakat, ciri-cirinya satu berbadan gemuk dan satu lagi bertato. Mereka mengendarai sepedamotor dari Medan ke Perbaungan," ucap saksi di hadapan majelis hakim diketuai Abdul Kadir.

Mendapat informasi tersebut, saksi dan rekannya kemudian mengejar terdakwa, hingga akhirnya di simpang Jalan Tritura, Simpang Mariendal, Medan, saksi menabrakkan sepedamotornya ke motor terdakwa hingga terjatuh.

"Pas hendak ke Perbaungan, di tengah jalan kami tangkap, dari tangan terdakwa kami temukan sabu seberat satu kilo tersebut, handphone dan uang" ucap saksi. Menurut saksi, shabu tersebut akan diantarkan para terdakwa kepada seseorang bernama Sapnah warga Perbaungan, Serdangbedagai untuk diedarkan.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menutup sidang dan melanjutkan persidangan minggu depan dengan agenda keterangan saksi lain yang belum sempat dihadirkan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan, disebutkan peristiwa itu bermula pada Maret 2018 di Jalan Tritura Simpang Mariendal, Medan. Sekira pukul 11.00 WIB, terdakwa yang berada di rumahnya di Jalan Akasia Desa Jamur Pulau, Perbaungan dihubungi oleh Sapnah yang menyuruh terdakwa untuk mengambil sabu seberat 1 kg di Medan.

Sabu tersebut, akan diambil terdakwa kepada seseorang yang tidak dikenal di kawasan Pajak Melati. Kedua terdakwa kemudian menemui orang tersebut, dan kemudian membawa shabu untuk diserahkan kepada Sapnah di Perbaungan. Naas ditengah jalan, aksi mereka ternyata sudah dibuntuti dua anggota BNN, Khairul Syafri dan Rocky Siahaan.

Kedua petugas BNN tersebut, mengamankan para terdakwa. Dari tangan mereka shabu tersebut disita, selain itu turut diamankan sepedamotor yang dikendarai, satu unit handphone, uang tunai Rp 5 juta dan barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa diancam Pidana Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved