Terlibat Kepemilikan 1.500 Ekstasi, Eks Polisi Militer Ini Pakai Jam Bermerk saat Sidang Perdana

Eks PM ini bernama Yos Sudarso alias Wak Yos (46) menjalani sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan

Terlibat Kepemilikan 1.500 Ekstasi, Eks Polisi Militer Ini Pakai Jam Bermerk saat Sidang Perdana
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Eks Polisi Militer (PM) yang terlibat peredaran narkotika jenis pil ekstasi terlihat mengenakan kalung dan jam tangan bermerk saat menjalani sidang perdana di ruangan Candra Pengadilan Negeri Binjai Klas IB, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Eks Polisi Militer (PM) yang terlibat peredaran tindak pidana narkotika jenis pil setan ekstasi terlihat lesu duduk di bangku pesakitan.

Eks PM bertubuh tegap ini terlihat mengenakan kalung dan jam tangan bermerk saat menjalani sidang perdana di ruangan Candra Pengadilan Negeri Binjai Klas IB, Rabu (3/10/2018).

Eks PM ini bernama Yos Sudarso alias Wak Yos (46) menjalani sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan, bersama dua pria lainnya, yang terlibat bersama atas kasus kepemilikan 1.500 butir pil ekstasi. Yos didakwa lebih dahulu, terpisah sendiri di antara dua rekannya, Jimmi (40) dan Robi Hamdani (37).

Majelis hakim sidang dipimpin oleh Muhammad Yusuf Girsang didampingi oleh dua hakim anggota. Dalam sidang diketahui Jaksa Penuntut Umum adalah Perwira Tarigan.

Sidang berjalan tidak sampai setengah jam. Sebelum sidang, Yos Sudarso terlihat santai di luar kerangkeng PN bersama seorang wanita yang membawa makanan, minuman sambil bercerita santai.

"Aku istri keduanya," ujar wanita berambut pendek pirang sebahu, yang di jemari dan pergelangannya banyak perhiasan.

JPU, Perwira Tarigan usai sidang dicecar wartawan soal alasan Yos Sudarso menjalani sidang terpisah dari dua rekannya. Butuh upaya keras untuk mewawancarai Perwira Tarigan yang sedikit tertutup kepada awak media.

"Jangan samaku tanya, minta aja sana sama Kasi Pidum. Tadi kan sudah kubaca di dalam, jangan samaku lah tanya-tanyanya. Kalau soal itu (pakai kalung dan jam bermerk) namanya dia punya uang" tukasnya.

Sempat alot, Perwira Tarigan baru mau angkat bicara setelah Ketua PN, Fauzul Hamdi ikut serta menjelaskan peran dan tugas wartawan dalam peliputan untuk memastikan bacaan dakwaan yang tidak terdengar jelas. Fauzul juga mengungkapkan bahwa suara Perwira Tarigan kurang jelas.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved