Keluarga Menyesalkan Pihak yang Memanfaatkan Musibah KM Sinar Bangun, Respons soal Ratna Sarumpaet

Zulkarnaen menyayangkan jika tragedi KM Sinar Bangun menjadi momentum untuk mennggelontorkan anggaran miliaran rupiah.

Keluarga Menyesalkan Pihak yang Memanfaatkan Musibah KM Sinar Bangun, Respons soal Ratna Sarumpaet
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Keluarga korban KM Sinar Bangun menangis saat tabur bunga, Senin (3/7/2018) di lokasi dimana diperkirakan kapal itu tenggelam dua pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun memohon kepada Kejari Simalungun untuk segera mengungkap kejanggalan biaya penanggulangan korban dari Pemkab Simalungun sebesar Rp 5 miliar.

Seorang keluarga korban Zulkarnaen Aritonang yang kehilangan abang ipar bernama Uut, Kakak Ipar Sri, dan seorang keponakannya yang masih kecil.

Zulkarnaen menyayangkan jika tragedi KM Sinar Bangun menjadi momentum untuk mennggelontorkan anggaran miliaran rupiah.

Apalagi, sebenarnya banyak sekali bantuan yang datang dari pemerintah daerah lain dan intuisi Polri dan TNI.

"Sangat kita sayangkan jika Pemkab memanfaatkan ini menjadi momentum untuk menggelontorkan anggaran yang besar, dan apalagi peruntukannya tidak benar," kata Zul saat ditemui di kediamannya di Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (5/10/2018).

Zulkarnaen juga mengharapkan Kejari mengungkapkan cepat mengungkapkan penghamburan uang tersebut.

Diketahui, Kejari Simalungun telah memanggil Bendahara Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Juliater Damanik. Pemerintah Kabupaten Simalungun sebagai wilayah yang menjadi posko utama menggelontorkan anggaran Rp 5 miliar. Namun, angka tersebut mendapatkan sorotan dari Kejaksaan Negeri Simalungun.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Simalungun Rendra Yoki Pardede mengungkapkan telah memanggil terkait Daftar Rincian Pengeluaran Pada Penanggulangan Korban KM Sinar Bangun Di Pelabuhan Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun.

Selain tentang anggaran tersebut, Zulkarnaen juga menyayangkan tentang pemberitaan bahwa tidak tersalurnya bantuan dari Ratna Sarumpaet. Namun, menurutnya, keluarga tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

"Sebenarnya kalau kami ingat itu lagi, seperti membuka lagi luka lama. Bahkan, mertua saya saja selalu sedih kalau dengar-dengar itu,"katanya.

Zulkarnaen juga mengatakan hingga saat ini tidak ada bantuan yang diterima mertuanya dari Ratna Sarumpaet. Ia mengharapkan kejadian seperti ini jangan kerap dijadikan momentum.

"Kalau soal itu, jujur tega sekali. Tapi kami enggak itu (uang bantuan) yang diharapakan," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved