Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ambruk ke Level Rp 15 ribu berimbas Panic Selling

Sentimen pelemahan rupiah masih diprediksi membayangi pergerakan IHSG hari ini, Jumat (5/10/2018).

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ambruk ke Level Rp 15 ribu berimbas Panic Selling
Ilustrasi rupiah(Thinkstockphotos.com) 

"Para pelaku pasar mulai memandang dollar AS menjadi satu-satunya mata uang yang masih aman dan punya prospek positif,"

TRIBUN-MEDAN.com - Nilai tukar rupiah yang kian melemah menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) panik.

IHSG melemah sebesar 1,89 persen ke level 5.756,62 pada perdagangan Kamis, (4/10/2018), dilansir TribunWow.com dari Kontan.co.id.

Melemahnya nilai tukar rupiah ke level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan pannic selling di bursa saham Indonesia.

Sentimen pelemahan rupiah masih diprediksi membayangi pergerakan IHSG hari ini, Jumat (5/10/2018).

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menjelaskan, sentimen kenaikan suku bunga AS The Fed bisa menekan rupiah.

Baca: Polisi Menguak Ratna Sarumpaet Bayar Biaya Operasi Plastik dari Rekening Musibah Danau Toba

Baca: Ulik 6 Fakta Penangkapan Ratna Sarumpaet, Turun dari Pesawat hingga Bantah Melarikan Diri

Baca: Sule dan Rizky Febian Makan Bersama, Menu Sederhana Mereka Jadi Sorotan

Baca: Prabowo Subianto Mendepak Ratna Sarumpaet dari Tim Pemenangan setelah Karang Cerita Dipukuli

Baca: Reaksi Sule Tak Disangka tatkala Disambangi Teddy, Pria Idaman Lain Mantan Istrinya Lina

Baca: Amarah Ferdinand pada Ratna Sarumpaet: Saya Mengutuk Ratna atas Kebohongan Ini, Saya Malu

Baca: Beredar Surat Ratna Sarumpaet pada Prabowo setelah Pengakuan Karang Cerita Dipukuli, Ini Isinya

"Sentimen ini bakal menekan rupiah," ujar Valdy Kurniawan.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures Faisyal menjelaskan, rupiah terseret keperkasaan dolar AS.

Dolar AS menguat setelah mereka merilis data ekonomi yang menunjukkan angka positif dan memperkuat rencana The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada Desember 2018.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri menambahkan, kondisi ekonomi Italia turut memicu kenaikan dolar AS.

Halaman
12
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved