Pemerintah Kesulitan Kembangkan Pariwisata Danau Toba Karena Masyarakatnya Menentang

Basar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (4/10/2018), mengatakan terkait pariwisata Danau Toba, pengembangannya memang menemui hambatan.

Pemerintah Kesulitan Kembangkan Pariwisata Danau Toba Karena Masyarakatnya Menentang
Tribun Medan/Arjuna
Pemandangan Danau Toba 

TRIBUN-MEDAN.com-Pengembangan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, dinilai tidak mudah karena begitu banyak hambatan menantang termasuk dari sisi keterlibatan masyarakat.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Danau Toba, Basar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (4/10/2018), mengatakan terkait pariwisata Danau Toba, pengembangannya memang menemui hambatan.

"Namun hal tersebut tidak kemudian menghalangi perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba," katanya.

Saat ini banyak yang justru pesimistis terkait masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pengembangan pariwisata danau tersebut.

"Menyatukan delapan kabupaten dan empat sub-etnik yang ada di sekitar Danau Toba memang menantang. Namun, masih bisa diupayakan," kata Basar.

Basar melanjutkan, pariwisata Danau Toba pernah mengalami penurunan, namun kondisi tersebut sudah membaik sekarang.

Pemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam.
Pemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam. (KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

"Diperkirakan, akan ada 1 juta wisatawan yang datang ke Danau Toba pada 2019. Hal ini diperkuat dengan ketersediaan atraksi, amenitas dan akses yang memadai," katanya.

Untuk akses, menurut Basar, ada dua bandara yang bisa menghubungkan wisatawan ke Danau Toba yaitu Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit.

Selain bandara, Pelabuhan Kuala Tanjung yang juga menghubungkan wisatawan ke Danau Toba terus diperbaiki sehingga pintu kedatangan wisatawan bervariasi.

Sementara untuk amenitas, pilihan penginapan juga sudah beragam mulai hotel berbintang hingga homestay.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh mengatakan pengembangan pariwisata Danau Toba terus dilakukan sehingga daya tarik pariwisatanya meningkat.

"Selain itu, aksesnya juga terus bertambah. Dari Jakarta ada, setiap harinya ada 5 penerbangan menuju Bandara Silangit, sementara dari Malaysia ada dua maskapai yang sudah melayani penerbangan langsung ke Bandara Silangit," ujar Masruroh.

Suasana liburan Tahun Baru di Danau Toba, Parapat Kabupaten Simalungun, Senin (1/1/2018)
Suasana liburan Tahun Baru di Danau Toba, Parapat Kabupaten Simalungun, Senin (1/1/2018) (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)

Masruroh mengatakan Sales Mission Danau Toba bahkan baru-baru ini digelar di tiga kota yakni Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang, untuk menyasar wisatawan nusantara.

Sementara, pasar wisman yang menggemari pariwisata Danau Toba yakni wisman asal Eropa terutama Belanda karena Danau Toba memiliki daya tarik alam dan budaya yang bernuansa petualangan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidak Mudah Mengembangkan Pariwisata Danau Toba"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help