Kesehatan

Ketagihan Operasi Plastik dan Bahaya 'Body Dismorphic Disorder' Menurut Dokter, Wanita Perlu Tahu

Operasi hidung lebih mancung, namun setelah itu dia mulai merasa bibirnya kurang harmonis dengan hidungnya yang sudah mancung

Ketagihan Operasi Plastik dan Bahaya 'Body Dismorphic Disorder' Menurut Dokter, Wanita Perlu Tahu
thinkstock

Ketagihan Operasi Plastik dan Bahaya 'Body Dismorphic Disorder' Menurut Ahli Medis, Wanita Perlu Tahu

TRIBUN-MEDAN.COM - Operasi plastik dianggap dapat mengubah “ketidaksempurnaan” fisik menjadi sesuatu yang lebih baik.

Bagi sebagian kalangan, bedah plastik estetik sudah menjadi gaya hidup. Bahkan tidak segan-segan mereka menjalani tindakan tersebut lebih dari satu kali.

Lantas apakah bedah plastik estetik memang dapat membuat orang “ketagihan” untuk terus mencobanya?

Sejatinya, bukan tindakan bedah plastik estetik yang membuat ketagihan.

Namun, umumnya orang yang berkali-kali melakukan operasi bedah plastik hanya ingin menambah harmonisasi di wajahnya yang sudah sedikit berubah akibat operasi plastik.

Baca: Diberondong Peluru, Kowad TNI Dipaksa Merangkak Diiringi Tembakan Jarak Dekat Instruktur, Videonya

Baca: Viral Anak Amien Rais dr Hanum Rais Periksa Luka Ratna Sarumpaet, GM Sindir Tanggung Jawab Profesi

Misalnya, seseorang melakukan operasi hidung untuk menjadi lebih mancung, namun setelah itu dia mulai merasa bibirnya kurang harmonis dengan hidungnya yang sudah mancung.

Akhirnya dia juga melakukan operasi bibir.

Faktor lain yang memengaruhi keinginan orang untuk melakukan bedah plastik estetik adalah kenyamanannya.

Kebanyakan orang umumnya takut menjalani operasi bedah untuk pertama kali.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved