Viral Medsos

Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet, Sebelumnya Sandiaga Uno Sebut Tak Jadi Melaporkan

Partai Gerindra resmi laporkan Ratna Sarumpaet ke Polisi.Faisal: Lucu ya, jeruk makan jeruk donk

Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet, Sebelumnya Sandiaga Uno Sebut Tak Jadi Melaporkan
Istimewa
Capres Prabowo Subianto (kiri) dan surat pengunduran diri Ratna Sarumpaet. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.com - Polda Metro Jaya telah menahan aktivis Ratna Sarumpaet setelah menjadi tersangka kasus viralnya kabar bohong dirinya dianiaya sekelompok orang di Bandug pada 21 September lalu.

Atas kasus ini, Ratna pun diamankan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, ketika hendak ke Cile, Kamis (4/10/2018) lalu.

Meskipun Ratna telah meminta maaf mengenai cerita bohong mengenai penganiayaan terhadap dirinya itu, polisi tetap mengusut tuntas kasus ini.

Siapa Penyebar hoaks pertama kali ke publik?

Siapa sebenarnya yang pertama kali menyebarkan kabar bohong atau hoaks di media sosial, Ratna Sarumpaet mengaku tidak tahu sama sekali.  

Begitulah penuturan Ratna Sarumpaet melalui kuasa hukumnya.  

Kuasa hukum ktivis Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, menyebut kliennya tidak mengetahui pihak yang pertama kali menyebarkan hoaks soal penganiayaan terhadap dirinya di media sosial.

Ratna menyampaikan hal tersebut saat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada Sabtu (6/10/2018) sore hingga tengah malam.  

"(Diperiksa) terkait persoalan hoaks ya, mengapa bisa menjadi viral, apakah diketahui bahwa ini menjadi viral. Pada prinsipnya, Ibu RS ini tidak menghendaki untuk menjadi viral. Dia juga tidak mengetahui siapa yang viralkan ini," ujar Insank saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/10/2018).

Insank menyampaikan, Ratna memang sempat mengirimkan foto dirinya yang terlihat bengkak di wajah kepada beberapa orang.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved