Grand Opening Waroenk Khalifah, Menu Andalan Ayam Kreak Sambal Durian

Inspirasi nama Waroenk Khalifah ini diambil dari nama anak ketiga laki-laki, Chairul yaitu Khalifah.

Grand Opening Waroenk Khalifah, Menu Andalan Ayam Kreak Sambal Durian
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Waroenk Khalifah, Chairul Anwar Lubis (kiri) menyalam Actor Ibukota, Hikmal Abrar Nasution (kanan), saat Grand Opening Waroenk Khalifah, Minggu (7/10/2018). Menu andalan Waroenk Khalifah yaitu Ayam Kreak Sambal Durian. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sambal yang biasanya mengiringi bersantap menu ayam goreng adalah sambal terasi. Namun di Medan, ada sambal lain daripada yang lain, yang terasa nikmat disantap dengan menu ayam goreng. Sambal durian namanya.

Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No 73 F, Medan, Waroenk Khalifah menyajikan menu andalan yakni Ayam Kreak Sambal Durian.

"Ayam Kreak Sambal Durian, ayamnya dikreak, digoreng lagi, makannya kreak-kreak gitu (bunyi kreak atau renyah), dengan sambal durian. Sambalnya itu digiling cabai hijau, cabai merah, beberapa bumbu dan tentunya dengan durian. Campuran ayam kreak dan sambal durian cocok dinikmati dengan nasi dan sop yang hangat," ujar Owner Waroenk Khalifah, Chairul Anwar Lubis, saat Grand Opening Waroenk Khalifah, Minggu (7/10/2018).

Inspirasi nama Waroenk Khalifah ini diambil dari nama anak ketiga laki-laki, Chairul yaitu Khalifah.

Tak hanya menu Ayam Kreak Sambal Durian, tempat ini juga menyediakan menu durian lainnya antara lain Nasi Goreng Sambal Durian, Mie Tiau Durian Kampung, Kue Manyun Durian Kampung, Pisang Goreng Durian Kampung, Ubi Goreng Saus Durian Kampung dan sebagainya.

"Sambal duriannya dicampur sop jadi rasa soto makasar," ungkapnya.

"Harga Ayam Kreak Komplit dengan sambal durian, nasi dan sop dibanderol Rp 22 ribu. Kita juga ada paket pelajar, semua serba Rp 10 ribu, Ayam Kreak juga bisa didapatkan dengan harga Rp 10 ribu dengan paket pelajar," tambah Chairul.

Waroenk Khalifah juga menyajikan beragam varian minuman, diantaranya Kopi Serai, Kopi Jahe, Lemon Tea, dan lain-lain. "Menu minuman kita tidak ada yang menggunakan sachet, kita olah sendiri minumannya. Jahe kita giling sendiri lalu kita gabung dengan kopi, begitu juga dengan kopi serai. Pengolahan lemon tea juga serba manual, kita potong satu lemon, dan kita peras," jelasnya.

Laki-laki kelahiran Medan, 10 September 1979 ini mengatakan kopi yang telah diseduh kemudian disajikan ke dalam gelas kampung berupa gelas kaleng. "Kopi kita, kopi kampung, harga kopi kampung dibanderol Rp 7 ribu, bila ditambah serai atau jahe senilai Rp 10 ribu," kata Ayah dari tiga anak ini.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved