Hadapi PS Tira, Butler Evaluasi Lini Pertahanan

Satu poin yang dibawa PSMS Medan kala menghadapi Barito Putera menjadi sangat berharga

Hadapi PS Tira, Butler Evaluasi Lini Pertahanan
Pelatih PSMS, Peter Butler 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satu poin yang dibawa PSMS Medan kala menghadapi Barito Putera menjadi sangat berharga karena membuat tim naik 1 peringkat ke posisi 17 klasemen sementara Liga 1.

Laga yang berakhir dengan hasil imbang 3-3 ini menunjukkan kerja keras tim bisa mengejar ketertinggalan. Dalam laga ini, Matsunaga, Fillipe dan Rahmat Hidayat bisa mengejar ketertinggalan dari skor 3-2 hingga berakhir sama kuat.

Ini kali ketiga, tim berjuluk Ayam Kinantan bisa membawa pulang hasil seri di laga away setelah sebelumnya menghadapi Persija Jakarta dan Perseru Serui.

Pelatih kepala PSMS Medan, Peter Butler mengatakan evaluasi pertama yang akan dilakukan terhadap Legimin dkk ada pada lini pertahanan yang rapuh.

"Itu (pertahanan) selalu menjadi bagian dari tim yang terus kami perbaiki. Tetapi untuk melakukan itu harus mengubah seluruh pemain belakang. Dan kami tidak memiliki personel dan waktu untuk melakukan itu," katanya kepada Tribun, lewat sambungan selular, Senin (8/10).

Juru taktik asal Inggris ini mengungkapkan bahwa saat ini fullback yang dimiliki PSMS masih tergolong termuda. Dua bek sayap yang diturunkan saat menghadapi Barito Putera yakni Fredyan Wahyu berumur 20 tahun dan Gusti Sandria berumur 23 tahun.

Namun, Butler tetap optimistis dirinya bisa membangun tim yang bermaterikan pemain yang ada untuk bisa mengeluarkan tim dari zona degradasi.

Baca: Pelatih PSMS Peter Butler Dipukuli usai Laga Barito Putera, Kecewa Berat hingga Badannya Sakit

"Fullback kami masih muda dan tidak berpengalaman tetapi mereka akan belajar lembur dan memperbaiki diri di setiap latihan. Saya optimistis dengan apa yang dimiliki para pemain. Dengan bijaksana kami bisa merubah tim demi sedikit untuk bisa lebih baik dan ini butuh kerja keras," tegasnya.

Butler mengatakan, performa timnya saat ini lebih percaya diri untuk menghadapi laga away dibanding sebelumnya.

"Saya pikir para pemain menunjukkan karakter dan semangat bermain yang lebih baik. Bagaimana mereka berani tampil menyerang meski mereka tahu harus menjaga lini belakang. Tapi hal ini perlu untuk dipertahankan," katanya.

Menghadapi PS Tira, kata Butler, dirinya mengakui bahwa tim lawan merupakan tim yang kuat. Namun kemenangan bisa menjadi harga mati untuk tim. Pasalnya kedua tim juga saat ini bertengger di papan bawah. 

"Kita akan liburkan para pemain satu hari. Hari Selasa (hari ini) kita akan kembali genjot para pemain untuk menghadapi PS Tira. Saya tahu PS Tira saat ini cukup bagus performanya. Tapi bila ingin keluar dari zona degradasi kita harus bisa meraih poin penuh," jelasnya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved