Penghina Batak Disidangkan, Hakim: Apa Edy Rahmayadi Menemuimu di Penjara, Gak Ada Kan?

Terdakwa merasa kesal, lalu menulis komentar atas postingan tersebut melalui akun facebook terdakwa atas nama Faisal Abdi

Penghina Batak Disidangkan, Hakim: Apa Edy Rahmayadi Menemuimu di Penjara, Gak Ada Kan?
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Faisal Abdi Lubis, terdakwa penistaan suku Batak diadili Pengadilan Negeri Medan, Selasa (9/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Faisal Abdi Lubis, pelaku penghinaan suku Batak kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (9/10/2018) sore.

Dalam sidang di ruang Cakra 8 tersebut, JPU Randy Tambunan membacakan dakwaan terhadap terdakwa.

Dakwaan JPU Randy Tambunan menyebutkan terdakwa pada Rabu 27 Juni 2018, sekira pukul 13.00 WIB di rumah ibu kandungnya menonton hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 di Televisi.

Saat bersamaan, terdakwa mengakses akun facebooknya, dan melihat ada sebuah akun dari grup facebook yang menuliskan hasil penghitungan suara Calon Gubsu nomor urut 2 (Djoss) lebih unggul dari pasangan Calon Gubsu nomor urut 1 (Eramas).

"Terdakwa merasa kesal, lalu menulis komentar atas postingan tersebut melalui akun facebook terdakwa atas nama Faisal Abdi," ucap JPU Randi Tambunan di depan Majelis Hakim yang dipimpin Saryana

Terdakwa dalam postingannya, selain menyebutkan calon Gubsu no. 1 menang, dan calon Gubsu no. 2 kalah, terdakwa juga menuliskan kalimat kotor dan menyinggung perasaan suku Batak yang berbunyi “Eramas Pasti Menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo djoss nyungsep silahkan makan kalian taik b*bi itu ha...ha... Batak Tolol”

Akibatnya, anggota grup dalam facebook yang ia tuliskan kalimat penghinaan itu, merasa keberatan dan melaporkan Faisal Abdi ke pihak kepolisian.

"Perbuatan terdakwa merendahkan harga diri dan martabat orang Batak serta memecah belah kerukunan umat beragama antara Kristen dan Islam," lanjut JPU.

Dalam dakwaan juga disebutkan, berdasarkan keterangan Ahli Bahasa Drs. Marthin, M.Hum bahwa kalimat yang disampaikan terdakwa dapat menimbulkan rasa kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) karena ada menggunakan kata orang Batak.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help